Ketua DKP Ungkap Dugaan Kecurangan Jelang Konferprov PWI Aceh

kantor pwi
Kantor PWI Aceh di Banda Aceh. [Foto: Kanalinspirasi.com/*]

Banda Aceh. RU – Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Tarmilin Usman, mengungkapkan pihaknya menerima banyak laporan terkait dugaan kecurangan menjelang Konferprov PWI Aceh.

Dugaan kecurangan itu antara lain persoalan keabsahan peserta konferensi. Dia mengatakan, saat ini terdapat anggota PWI berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan masih tercantum dalam daftar pemilihan sementara.

“Selain itu, ada anggota yang dicabut status keanggotaannya, tapi masih diperkenankan memilih,” kata Tarmilin. 

Selain itu juga ada dugaan intimidasi anggota PWI untuk memberikan dukungan hanya kepada calon petahana.

Tiga Kandidat Minta Penundaan Konferprov

Sebelumnya, 15 Oktober lalu, tiga kandidat calon ketua PWI Aceh, Sayuti Achmad, Muhammad Saman, dan T Haris Fadhillah bersurat kepada Ketua Umum PWI Pusat untuk meminta penundaan penyelenggaraan konfrensi tersebut. 

Dalam surat resmi yang ditandatangani ketiga kandidat itu, mereka menyebutkan dugaan intimidasi yang dilakukan oleh calon petahana terhadap sejumlah anggota PWI terkait pemberian surat dukungan kepada bakal calon lain untuk bertarung sebagai ketua dalam konferensi tersebut. 

“Dugaan ingimidasi ini perlu diklarifikasi oleh PWI Pusat untuk memastikan seluruh anggota PWI Aceh menggunakan hak mereka tanpa tekanan dan intervensi,” demikian pernyataan para kandidat dalam surat tersebut.

PWI Pusat Turunkan Tim

Pengurus PWI Pusat pun menurunkan tim investigasi ke Aceh, untuk menindaklanjuti permintaan tiga kandidat calon Ketua PWI Aceh yang memprotes dugaan kecurangan oleh panitia penyelenggara (OC) Konferprov. 

“Kami datang untuk klarifikasi dan konfirmasi, dan tidak dalam posisi mengambil keputusan. Seluruh hasil investigasi ini akan dibawa ke rapat di kantor pusat,” kata Zulkifli, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Rabu (28/10/2026). 

Ia mengatakan, dugaan intimidasi ini perlu diklarifikasi oleh PWI Pusat untuk memastikan seluruh anggota PWI Aceh menggunakan hak mereka tanpa tekanan dan intervensi.

Klarifikasi Petahana

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2021–2026 sekaligus kandidat petahana, Nasir Nurdin mengatakan, ia dan sejumlah pengurus telah memberikan penjelasan kepada tim PWI Pusat yang turun ke Aceh untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

“Ini langkah yang baik. Kami sudah menghadirkan tim SC, OC, dan perwakilan pengurus untuk memberikan penjelasan serta menyerahkan seluruh dokumen yang dibutuhkan. Kami harap penjelasan tersebut dapat diterima,” ujar Nasir dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).(TH05)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...