Polda Aceh Pastikan Seleksi Dikbang Polri Berjalan Profesional dan Akuntabel

Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan pada acara pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas Dikbang Terpadu Polri 2027. Selasa 27 Oktober 2026 [Dok. Polda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) menjadi landasan seleksi Pendidikan Pengembangan (Dikbang) Terpadu Polri Tahun Anggaran 2027.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas yang dipimpin Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara virtual dan serentak itu digelar di Aula Machdum Sakti Lantai III, Gedung Satya Haprabu, Mapolda Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Latif Usman, pejabat utama Polda Aceh, panitia seleksi, serta peserta Dikbangpimti, Dikbangmen, dan Dikbangma.

Dalam pesan yang disampaikan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Brigjen Pol. Deni Dharmapala, pakta integritas ditegaskan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral untuk menjaga kejujuran, profesionalisme, dan kredibilitas seleksi.

“Seluruh panitia dan peserta diharapkan memahami serta menjalankan komitmen dalam pakta integritas dengan sungguh-sungguh. Semua pihak juga diingatkan untuk menghindari segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak kepercayaan terhadap proses seleksi pendidikan Polri,” demikian pesan As SDM Kapolri.

Seluruh panitia, pengawas, dan peserta diminta menjunjung objektivitas, keadilan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan seleksi tidak hanya diukur dari penyelesaian tahapan sesuai jadwal, tetapi juga dari terjaganya integritas dan akuntabilitas setiap keputusan.

Polda Aceh berkomitmen memastikan seleksi Dikbang Terpadu 2027 berlangsung profesional, objektif, transparan, dan berintegritas.

Upaya ini diharapkan menghasilkan personel Polri yang kompeten, berkarakter, dan memiliki kemampuan kepemimpinan untuk menjawab tantangan tugas, menjaga kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.(R10)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...