Blangpidie. RU – Seorang pemuda berinisial R (24), warga Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan.
Polisi kini memburu dua bersaudara berinisial M (27) dan E (23) yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi B melalui Kasat Reskrim Iptu Maiyudi menjelaskan, peristiwa itu terjadi di sebuah gubuk di Gampong Cot Seumantok, Minggu, 25 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.
Menurut Maiyudi, sebelum kejadian, korban dan E bermain domino bersama sejumlah teman. Perselisihan akibat taruhan kemudian memicu perkelahian.
“Tiba-tiba korban R dan terduga pelaku E terlibat adu mulut karena keduanya kalah taruhan hingga terjadinya perkelahian,” kata Maiyudi, Senin (26/10/2026).
Melihat perkelahian tersebut, M disebut turut membantu adiknya. Teman-teman mereka sempat melerai keduanya sebelum meninggalkan lokasi.
Namun, saat dalam perjalanan pulang, R menyadari pelipis mata kirinya berdarah.
Karena tidak terima, ia kembali ke gubuk dan mendapati M dan E masih berada di lokasi.
“Pada saat korban R dalam perjalanan pulang, ia merasa ada pendarahan di pelipis mata sebelah kiri. Dikarenakan tidak terima, ia kembali lagi ke gubuk tersebut, dan ternyata disitu masih ada M dan E,” jelas Maiyudi.
Polisi menyebut perkelahian kembali terjadi di antara ketiganya.
Seorang teman berinisial MD yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian mendatangi gubuk setelah mendengar keributan.
Setibanya di sana, MD mendapati R terkapar dengan tubuh berlumuran darah, sedangkan M dan E telah meninggalkan tempat kejadian.
MD kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan di ruang ICU RSUD-TP.
Namun, nyawa R tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.30 WIB.
Maiyudi mengatakan, polisi masih memburu kedua terduga pelaku untuk mengungkap kasus tersebut.
“Sementara terduga pelaku, hingga saat ini sedang kita lakukan pengejaran,” ujarnya.(T08)













