Kutacane. RU – Luapan Sungai Lawe Kongker merendam permukiman warga di tiga desa di Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara.
Ketinggian air diperkirakan mencapai 40-50 sentimeter dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Mohd. Asbi, menyebutkan banjir terjadi sekitar pukul 04.00 WIB setelah hujan berintensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa, 20 Oktober 2026 malam hingga Rabu dini hari.
Tiga desa yang terdampak adalah Desa Muara Baru, Engkeran, dan Paye Munje.
Hujan berkepanjangan menyebabkan debit Sungai Lawe Kongker meningkat hingga meluap dan menggenangi permukiman warga.
Kondisi tersebut diperparah oleh pendangkalan sungai akibat sedimentasi serta sempitnya saluran drainase di lingkungan permukiman.
Sejumlah rumah masih tergenang sehingga aktivitas warga terganggu.
BPBD Aceh Tenggara telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan kajian cepat dan mendata dampak banjir, termasuk jumlah rumah dan warga terdampak serta kemungkinan kerusakan lahan pertanian.
“Petugas masih melakukan pendataan di lapangan untuk mengetahui jumlah warga dan rumah yang terdampak, termasuk lahan pertanian,” kata Asbi, Rabu (21/10/2026).
Hingga laporan diterima pada pukul 11.20 WIB, air masih menggenangi sejumlah rumah.
Jumlah warga terdampak masih dalam pendataan, tetapi BPBD melaporkan belum ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa.
Petugas terus memantau kondisi di ketiga desa tersebut untuk mengetahui perkembangan genangan dan dampak banjir terhadap masyarakat.(AFW11)













