Parkir Liar dan Tarif Tak Sesuai Qanun Dikeluhkan Warga Banda Aceh

Tampak kondisi parkir di Pasar Aceh. Selasa 20 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/RSR12]

Banda Aceh. RU – Keberadaan juru parkir liar dan pungutan tarif yang dinilai tidak sesuai qanun menjadi keluhan masyarakat di Kota Banda Aceh.

persoalan tarif, sejumlah juru parkir juga disebut tidak mengenakan rompi resmi yang disediakan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Salah seorang mahasiswa di Banda Aceh, Baraq Mouna, mengaku resah dengan perilaku sejumlah juru parkir yang dinilainya kerap bermain akal dengan muncul dan menghilang secara tiba-tiba.

“Banyak sekali bang tukang parkir di Banda Aceh ini yang bermain akal, dan masih banyak juga tidak memakai rompi resmi yang disediakan Pemkot,” ujar Baraq kepada rahasiaumum.com, Selasa (20/10/2026).

Ia berharap Pemerintah Kota Banda Aceh segera menertibkan juru parkir liar, termasuk mereka yang menetapkan tarif parkir secara sembarangan.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mengatakan bahwa pengelolaan parkir di Banda Aceh saat ini telah dilakukan oleh pihak ketiga.

Untuk mengetahui rincian pengelolaan tersebut, ia menyarankan agar mengonfirmasi langsung kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh.

“Di Banda Aceh urusan parkir udah diurus sama pihak ketiga, rincian nya bisa abang tanya langsung sama Dishub kota,” ujar Tuanku.

Ia juga menegaskan bahwa juru parkir yang tidak mengenakan rompi resmi akan ditertibkan. Menurut dia, rompi hijau menjadi salah satu penanda juru parkir resmi.

“Akan kita tertibkan itu, juru parkir yang legal tersebut memakai rompi hijau,” tutur Tuanku.

Selain itu, Tuanku menyebutkan bahwa pendapatan dari sektor parkir turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banda Aceh sekitar Rp 6,5 miliar.

Namun, ia mengaku tidak mengingat secara pasti angka tersebut dan menyarankan konfirmasi lebih lanjut kepada Dishub.

“Sekitaran 6,5 M bang saya pun agak lupa, pastinya bisa abang tanya langsung kepada Dishub Kota Banda Aceh,” tutup Tuanku.

Hingga berita ini ditulis, rahasiaumum.com telah berupaya mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, namun belum ada jawaban yang diterima.(RSR12)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...