Kualasimpang. RU – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada 10-12 Oktober 2026 menyebabkan delapan sekolah diliburkan.
Genangan air merendam lingkungan dan fasilitas sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar belum dapat dilaksanakan seperti biasa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tamiang Syamsul Rizal mengatakan, delapan sekolah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, baik di wilayah hilir maupun hulu.
“Berdasarkan data yang masuk per 12 Oktober 2026, ada delapan sekolah yang diliburkan,” ungkap Syamsul Rizal pada Selasa (13/10/2026).
Di wilayah hilir, sekolah yang terdampak meliputi SD Negeri Gelung dan SMP Negeri 4 Seruway di Kecamatan Seruway, SD Negeri Lubuk Batil di Kecamatan Bendahara, serta SD Negeri Kota Lintang, SD Negeri 2 Kuala Simpang, dan SD Negeri 4 Kuala Simpang di Kecamatan Kota Kuala Simpang.
Sementara itu, di wilayah hulu, banjir berdampak pada SD Negeri Rimba Sawang di Kecamatan Tenggulun dan SMP Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Kecamatan Karang Baru.
Syamsul menjelaskan, kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan air surut dari lingkungan sekolah.
“Sekolah yang diliburkan akan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar ketika kondisi sudah aman dan tidak lagi terendam banjir,” tegasnya.
Selama masa darurat, Disdikbud mengimbau siswa tetap belajar dari rumah agar proses pendidikan tidak terputus. Guru di sekolah terdampak juga diminta memantau perkembangan belajar siswa.
“Kami sudah menyampaikan kepada guru di sekolah yang terdampak agar tetap memantau siswa sehingga mereka dapat belajar dari rumah,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap banjir segera surut sehingga kegiatan pendidikan kembali normal dan siswa dapat kembali belajar di sekolah.(S04)













