Kutacane. RU – Terputusnya Jembatan Natam yang menghubungkan Kecamatan Badar dan Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, akibat banjir pada akhir September 2026, mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.
Hampir tiga pekan setelah kejadian, petani kesulitan memasarkan hasil panen, sementara sejumlah pelajar terkendala mengakses sekolah.
Pemuda Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Sultan Andra Putra, mengatakan, putusnya jembatan tersebut menghambat mobilitas warga, terutama dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Menurut Sultan, petani mengalami penurunan harga jual hasil pertanian karena distribusi komoditas ke pasar terganggu.
Di sisi lain, pupuk bersubsidi mulai langka di sejumlah kios.
“Barang hasil pertanian yang dijual petani anjlok jauh dari harga pasaran karena jembatan terputus. Pupuk bersubsidi juga mulai langka di beberapa kios,” ujar Sultan kepada rahasiaumum.com, Sabtu (10/10/2026).
Dampak putusnya jembatan juga dirasakan pelajar yang tinggal di Kecamatan Darul Hasanah dan bersekolah di Kecamatan Badar, Babussalam, maupun wilayah perkotaan.
Sejumlah siswa dilaporkan terpaksa tidak masuk sekolah karena akses perjalanan terganggu.
Sultan menyebutkan, sekitar 28 desa terdampak akibat terputusnya akses Jembatan Natam.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera mengambil langkah penanganan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara memberikan perhatian penuh terhadap Jembatan Natam yang menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah. Sudah hampir tiga minggu masyarakat mengalami kondisi ini,” katanya.
Warga berharap perbaikan jembatan segera dilakukan agar distribusi hasil pertanian kembali lancar dan pelajar dapat bersekolah tanpa terkendala akses.(AFW11)













