Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi, terutama menjelang periode curah hujan tinggi hingga akhir tahun.
Hal itu dibahas dalam diskusi penanganan rehab-rekon pascabencana di Ruang Potensi Daerah, Rabu (30/09/2026).
Kegiatan dihadiri Plt Sekda Aceh Taufik, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan, para pakar kebencanaan, pemerintah kabupaten/kota, serta SKPA terkait.
Taufik mengatakan, forum tersebut diperlukan untuk menyinkronkan langkah penanganan sekaligus membahas persoalan di lapangan yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Kita harapkan proses rehab-rekon ini bisa terus dipacu dan kami mohon juga masukan serta evaluasi terkait hal ini dari Kemenko PMK, agar penanganan bencana dapat berjalan lebih baik dan masyarakat segera pulih,” ujar Taufik.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T Robby Irza menyebut sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian, seperti penyelesaian lahan hunian tetap (huntap), optimalisasi posko, normalisasi sungai dan infrastruktur pengendali banjir, serta penguatan SOP kebencanaan.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data program rehab-rekon kementerian dan lembaga untuk mencegah tumpang tindih kegiatan. Percepatan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) turut menjadi perhatian.
Sementara itu, Lilik Kurniawan mengatakan pemerintah pusat telah membentuk tim pengarah dan tim pakar untuk mendukung percepatan rehab-rekon di Aceh.
“Kita harus bersama-sama bergerak membangun kembali Aceh dan masyarakatnya, sambil tetap siaga mengantisipasi potensi bencana berikutnya,” kata Lilik.
Ia meminta pemerintah kabupaten/kota memastikan pendampingan dan pengawalan rehab-rekon berjalan baik, termasuk terhadap isu-isu sensitif dalam proses pemulihan.
Tim pakar kebencanaan juga memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi untuk memperkuat penanganan pascabencana.(R10)













