Perubahan APBK 2026 Banda Aceh Disepakati, Belanja Rp1,57 Triliun

Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal, didampingi Wakil Afdhal Khalilullah bersama DPRK Banda Aceh Irwansyah saat menyepakati Raqan APBK-P tahun 2026. Senin 21 September 2026 [Dok. DPRK Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota bersama DPRK Kota Banda Aceh menyepakati Rancangan Qanun (Raqan) Perubahan APBK Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna, Senin (21/09/2026) malam.

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan bersama setelah mendapat persetujuan seluruh fraksi.

Rapat dipimpin Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, didampingi Wakil Ketua I Daniel Abdul Wahab dan Wakil Ketua II Musriadi, serta dihadiri Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, SKPK, Forkopimda, dan undangan lainnya.

Irwansyah mengatakan perubahan APBK diarahkan untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan memastikan sumber daya publik digunakan secara bijaksana.

“Pandangan akhir fraksi-fraksi yang disampaikan pada hari ini menjadi catatan penting sekaligus landasan moral dan politik bagi pemerintah kota dalam melangkah menjalankan kebijakan anggaran melalui rancangan qanun tentang perubahan apbk tahun anggaran 2026,” kata Irwansyah.

Ia berharap seluruh masukan dan rekomendasi fraksi ditindaklanjuti untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan transparan dan akuntabel.

Dengan sisa waktu anggaran sekitar tiga bulan, Irwansyah meminta kesepakatan tersebut segera diterjemahkan dalam pelaksanaan konkret.

“Kecepatan menjadi penting, namun harus berjalan seiring dengan ketelitian, kepatuhan, dan kualitas pelaksanaan. Pada akhirnya, yang kita kehendaki bukan sekadar selesainya proses penganggaran, melainkan terwujudnya pembangunan yang lebih responsif, pelayanan publik yang semakin baik, dan manfaat yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Illiza menyebut pendapatan daerah dalam perubahan APBK 2026 direncanakan Rp1,568 triliun, naik Rp256,79 miliar atau 19,57 persen dari APBK murni.

Belanja daerah menjadi Rp1,578 triliun, naik Rp259,48 miliar atau 19,67 persen.

“Selanjutnya, Penerimaan Pembiayaan Daerah diproyeksikan sebesar Rp. 12.683.655.862,- yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya. Pengeluaran Pembiayaan Daerah diproyeksikan sebesar Rp. 2.800.000.000,-,” kata Illiza.(R10)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...