18 Relawan Aceh Besar Dianugerahi Penghargaan Relawan Perintis

Suasana peringatan HUT ke-81 PMI di Markas PMI Provinsi Aceh. Kamis 17 September 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Komitmen dan pengabdian para insan kemanusiaan di garis depan bencana kembali mendapat apresiasi tertinggi.

Sebanyak 18 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Besar menganugerahi penghargaan Operasi Senyar Aceh kategori Relawan Perintis pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI di Markas PMI Provinsi Aceh, Kamis (17/09/2026).

Penyematan penghargaan yang berlangsung usai Apel HUT ke-81 PMI tersebut menjadi wujud pengakuan atas aksi cepat para relawan dalam merespons berbagai krisis kemanusiaan.

Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, menegaskan bahwa usung tema HUT tahun ini, “Peduli, Bergerak, Bersama”, merupakan panduan operasional yang nyata di lapangan.

“Prinsip kita adalah enam jam sampai ke lokasi bencana. Dalam pelayanan kemanusiaan, semakin cepat kita hadir, semakin besar manfaat yang dapat diberikan,” kata Murdani.

Murdani menambahkan bahwa kerja kemanusiaan menuntut kolaborasi inklusif lintas sektor, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga seluruh elemen warga.

Apresiasi mendalam turut disampaikan Ketua PMI Kabupaten Aceh Besar, Syukri A. Jalil, atas rekam jejak dan kerja keras para anggotanya di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat relawan PMI Aceh Besar dalam membantu penanganan bencana di Aceh. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya.

Syukri berharap penganugerahan ini kian memperkuat solidaritas dan semangat tanggap bencana jajaran relawan ke depan.

“Terus semangat dan bangun kekompakan sehingga kita dapat terus bergerak memberikan bantuan kemanusiaan,” katanya.

Deretan 18 penerima penghargaan tersebut meliputi Zulfan, Rijal Fadhli, Fasbir, Rahmi Hiriati, Riska Rahma, Farid Wajidi, Muhammad Hidayat, Basir, Rahmat Zakia, Ahmad Zaki Mubarak, Muhammad Firdaus, Ikhwanuddin, M. Rizki Akbar, serta lima personil KSR PMI Unit 03 Universitas Abulyatama yakni Fasriandi, Awal Abirahman, Ridha Walidi, Raja Abdul Saleh, dan Chairani.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...