Warga Keluhkan Debu Jalan T Lamgugob, Dinas PU Janji Segera Aspal

Kondisi jalan T. Lamgugop yang tampak berdebu dan menggangu aktivitas pedagang disekitarnya. Selasa 8 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/RSR12]

Banda Aceh. RU – Warga dan pedagang di Jalan T Lamgugob, Banda Aceh, mengeluhkan debu yang muncul akibat pengerasan jalan yang belum dilanjutkan dengan pengaspalan.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat cuaca terik.

Rudi, pedagang sayur di kawasan tersebut, mengatakan warga terpaksa menyiram badan jalan secara mandiri untuk mengurangi debu.

Menurut dia, hampir sebulan pengerjaan berlangsung tanpa pengaspalan seperti yang sebelumnya dijanjikan.

“Kami menyiram mandiri, Bang. Sudah hampir satu bulan pekerjaan ini belum selesai. Mereka bilang hanya satu minggu, setelah itu langsung diaspal,” keluh Rudi kepada rahasiaumum.com, Banda Aceh, Selasa (08/09/2026).

Keluhan warga tersebut mendapat respons dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas PU Banda Aceh, Rulli Syahreza, memastikan pengaspalan segera dilakukan.

“Lusa nanti akan diaspal, karena dari pihak ketiga menunggu semua. Ada beberapa titik yang akan dilakukan pengaspalan,” kata Rulli.

Rulli menjelaskan, perbaikan tidak hanya berlangsung di Jalan T Lamgugob, tetapi juga mencakup sejumlah titik lain.

Pengerjaan dilakukan secara bertahap sehingga pengaspalan menunggu seluruh tahapan pekerjaan selesai.

“Ada beberapa titik terkait pekerjaan tersebut. Butuh waktu, sehingga nanti sekalian dilakukan pengaspalannya,” ujar Rulli.

Anggota Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mengatakan pengerasan merupakan salah satu tahapan dalam pekerjaan jalan sebelum dilakukan pengaspalan.

Meski demikian, dia mengakui persoalan debu yang dikeluhkan warga perlu mendapat perhatian.

“Kita sudah konfirmasi ke dinas. Besok akan segera dilakukan pengaspalan,” kata Tuanku.

Menurut Tuanku, keterlambatan juga dipengaruhi proses pemesanan material aspal.

DPRK Banda Aceh, kata dia, akan mengevaluasi penanganan debu, termasuk penyiraman selama pekerjaan berlangsung.

“Kita akan evaluasi kembali terkait penyiraman tersebut. Kalau lebih bagus anggaran untuk penyiraman kita kaitkan ke perluasan jalan, itu lebih baik dan bertahan lama,” ungkap dewan komisi III tersebut.

Tuanku menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan dinas untuk mengetahui kendala pekerjaan.

Dari komunikasi tersebut, material aspal disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pengaspalan tertunda.

“Waktu saya komunikasikan apa hambatannya, sedikit terhambat di material aspal yang butuh proses. Besok akan segera dilakukan pengaspalan,” tutup Tuanku.(RSR12)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...