Berkas P-21, Tersangka Pembunuhan Sahila Dilimpahkan ke Jaksa

Tersangka MDS (37), tersangka kasus pembunuhan Sahila Khairunisa (10) saat diserahkan pihak kepolisian ke Kejari Aceh Tenggara. Sabtu 5 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Kasus pembunuhan Sahila Khairunisa (10), bocah perempuan yang ditemukan meninggal di Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara, memasuki tahap penuntutan setelah penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara.

Tersangka berinisial MDS (37), warga Desa Pintu Khimbe, diserahkan Satreskrim Polres Aceh Tenggara dalam tahap II pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 15.40 WIB.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara Iptu Zery Irfan mengatakan, pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh kejaksaan.

“Penyerahan tersangka dan barang bukti ini merupakan bagian dari tahapan proses hukum yang harus dilaksanakan oleh penyidik,” kata Zery kepada rahasiaumum.com, Sabtu (05/09/2026).

Sejumlah barang bukti turut diserahkan kepada jaksa, yakni pakaian, sandal, jilbab, satu buah goni, pisau cutter, dan batu berukuran sekitar 30 sentimeter.

Dengan pelimpahan tersebut, penanganan perkara selanjutnya menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Sahila ditemukan meninggal dunia di Desa Pintu Khimbe pada 8 Mei 2026.

Kasus itu kemudian ditangani Satreskrim Polres Aceh Tenggara.

MDS ditangkap polisi pada Sabtu, 16 Mei 2026, atau delapan hari setelah korban ditemukan.

Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penyidikan di Polres Aceh Tenggara.

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, tersangka beserta barang bukti kini telah dilimpahkan kepada jaksa untuk proses hukum selanjutnya.(AFW11)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...