Kemenbud Tetapkan Bahasa Devayan, Sigulai dan Simolol sebagai Warisan Budaya

Budaya simelue
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Simeulue Asmanuddin (kanan) memperlihatkan sertifikat warisan tak benda Bahasa Devayan di Banda Aceh. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Banda Aceh. RU – Kementerian Kebudayaan RI menetapkan tiga bahasa daerah di kabupaten kepulauan tersebut sebagai warisan budaya tak benda (WTB).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue Zulfatah, mengatakan tiga bahasa daerah tersebut yakni, Bahasa Devayan, Bahasa Sigulai, dan Bahan Simolol.

“Tiga bahasa ini merupakan bahasa asli penduduk Pulau Simeulue. Kini, bahasa tersebut resmi tercatat menjadi warisan budaya tak benda,” kata Zulfatah, Kamis (03/09/2026).

Selain tiga bahasa tersebut, saat ini Pemerintah Kabupaten Simeulue sedang memproses pengajuan satu bahasa asli Simeulue lainnya, yakni Bahasa Lekon untuk bisa ditetapkan menjadi bahasa warisan tak benda.

“Ada satu bahasa lagi yang diajukan menjadi bahasa warisan budaya tak benda, yakni Bahasa Lekon. Kami berharap Bahasa Lekon juga ditetapkan sebagai bahasa warisan tak benda,” katanya.

Zulfatah mengatakan pemerintah kabupaten juga mengupayakan tiga bahasa daerah yang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya nasional itu untuk masuk dalam kurikulum dan menjadi pelajaran di sekolah.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...