Subulussalam. RU – Dua laporan kehilangan lembu dalam dua pekan terakhir membuat pemilik ternak di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kapolsek Penanggalan Iptu Supriadi mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kedua kasus tersebut yang diduga menggunakan modus penyembelihan ternak di lokasi.
Hal itu disampaikan Supriadi saat dikonfirmasi wartawan di Mako Polsek Penanggalan, Kamis (27/8/2026).
Dua laporan tersebut disampaikan Ridho Bancin dan Adi, warga Kecamatan Penanggalan. Keduanya kehilangan masing-masing seekor lembu.
Kasus pertama terjadi pada 17 Agustus 2026 di Desa Kuta Tengah. Lembu milik Ridho diduga dicuri setelah disembelih di lokasi.
Adapun kejadian kedua berlangsung Selasa (25/8) malam di Desa Dasan Raja. Lembu milik Adi juga diduga menjadi sasaran dengan modus serupa.
“Dari dua kejadian tersebut, modusnya hampir sama. Kami memperkirakan pelakunya lebih dari satu orang,” kata Supriadi.
Polisi telah mendatangi kedua lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Penyidik masih mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami mengimbau masyarakat yang mengalami kasus serupa atau persoalan lain yang perlu mendapat perhatian kepolisian agar segera melapor ke Polsek Penanggalan untuk ditindaklanjuti,” ujar Supriadi.
Satu Lembu Berhasil Kabur
Adi membenarkan ternaknya menjadi sasaran pencurian. Ia mengatakan, dua lembu yang terikat di kandang belakang rumahnya hendak dibawa pelaku.
Namun, salah satu ternak berhasil melarikan diri sehingga tidak sempat dibawa.
“Modusnya sama dengan di Kuta Tengah, disembelih di tempat dan usus lembu ditinggalkan di lokasi,” kata Adi.
Menurut dia, aksi tersebut diduga dilakukan secara terencana. Pelaku diperkirakan telah mengetahui kondisi lingkungan sekitar sebelum menjalankan aksinya.
Adi kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi sebagai langkah antisipasi agar pencurian serupa tidak kembali terjadi di wilayah tersebut.(MB07)













