James Gultom Memeluk Islam di Sikalondang, Diberi Nama Rahmat Hidayah

Jahidin Gujat membimbing Rahmat Hidayah Gultom membacakan dua kalimat syahadat disaksikan Imam Besar Masjid Sikalondang, Tata Puarta. Sabtu 22 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/MB07]

Subulussalam. RU – Suasana haru mewarnai prosesi pengucapan dua kalimat syahadat seorang warga Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, di Kampong Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Sabtu (22/8/2026).

James Marulitua Gultom, yang sebelumnya memeluk agama Kristen, memutuskan masuk Islam setelah sekitar tiga bulan tinggal dan bekerja di Sikalondang.

Prosesi tersebut difasilitasi Kepala Kampong Sikalondang, Zulfan Bancin.

Acara turut dihadiri anggota DPR Kota Subulussalam, Madin Bancin dan Imam Besar Masjid Sikalondang, Tata Puarta.

Setelah mengucapkan syahadat, James diberi nama Rahmat Hidayah Gultom oleh Jahidin Gujat yang sekaligus membimbingnya mengucapkan dua kalimat syahadat.

Zulfan mengatakan keputusan Rahmat Hidayah memeluk Islam berasal dari keinginannya sendiri tanpa paksaan, iming-iming, maupun ajakan pihak lain.

“Dia sendiri yang bertekad memeluk agama islam tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Setelah memeluk Agama Islam kita berharap agar saudara kita yang baru ini tidak bertukar Agama lagi,” ujar Zulfan.

Selain memfasilitasi proses mualaf, Zulfan juga memberikan lapangan pekerjaan serta mendorong Rahmat Hidayah agar mampu memperkuat kehidupan ekonomi sekaligus keyakinannya.

“Semoga saudara kita ini dapat berpegang teguh memeluk Agama Islam, tekun belajar dan mendalami, serta mentaati ajaran rukun islam yang dipandu oleh pengurus masjid Sikalondang,” cetus Zulfan.

Warga Sikalondang juga menyambut Rahmat Hidayah dengan antusias.

Setelah prosesi syahadat, masyarakat menggelar Peusijuek atau tepung tawar dan doa syukuran di kediaman Ismail Aso Bancin, tokoh masyarakat Kota Subulussalam di Sikalondang.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan warga kepada Rahmat Hidayah yang baru memulai kehidupan sebagai seorang Muslim di lingkungan tempatnya tinggal dan bekerja.(MB07)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...