Hari Ini Hingga Besok, Hujan dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sebagian Wilayah Aceh

Cuaca Ekstrem
Ilustrasi - Hujan disertai angin kencang berpotensi terjadi di Aceh Utara. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Banda Aceh. RU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda memperkirakan potensi hujan dan angin kencang yang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Aceh pada Senin (17/08/2026) hingga Selasa besok.

Pada Senin hari ini, hujan disertai angin kencang berpotensi terjadi di Aceh Barat, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Kota Langsa, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, dan Sabang.

Sementara pada 18 Agustus, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Simeulue dan Nagan Raya.

Prakirawan BMKG, Indah, mengimbau masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut dipengaruhi pemanasan intens yang terjadi pada siang hari.

“Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Waspada Gelombang Tinggi

BMKG juga memprakirakan adanya potensi gelombang tinggi yang terjadi di sejumlah perairan Aceh mulai 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Potensi gelombang tersebut diprakirakan terjadi di Perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak, Perairan Sabang-Banda Aceh dan Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue.

“Sementara gelombang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, berpeluang terjadi di Perairan Aceh Besar-Meulaboh dan Perairan Selatan Simeulue,” ucap Indah.

Ia mengingatkan kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama perahu nelayan tradisional, apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

“Kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Sementara kapal feri berisiko apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter,” ujarnya. 

Ia meminta masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas di perairan.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...