Banda Aceh. RU – Dinas Koperasi dan UKM Aceh mencatat sebanyak 108.858 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di 18 kabupaten/kota terdampak langsung bencana banjir dan longsor yang terjadi November 2025 lalu.
Pengembang Kewirausahaan Madya Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Saiful Bahri, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota dan telah dilaporkan kepada Pemerintah Aceh.
“Data sementara yang sudah masuk dari 18 kabupaten/kota terdapat 108.858 UMKM yang terdampak langsung akibat bencana. Di luar itu, masih banyak UMKM yang terdampak secara tidak langsung,” kata Saiful, Sabtu (15/08/2026).
Terkait hal ini, Pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah kebijakan bagi UMKM terdampak bencana, di antaranya akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga nol persen serta peluang menjadi pemasok dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sementara bantuan modal tunai masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
“Kementerian masih menunggu keputusan Presiden terkait besaran anggaran dan jumlah UMKM yang akan menerima bantuan modal. Jadi sampai saat ini bantuan modal belum disalurkan,” ujar Saiful.
Saiful juga mengingatkan pelaku UMKM mengenai pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas dasar usaha.
Menurutnya, NIB menjadi salah satu syarat untuk mengikuti pelatihan, memperoleh bantuan peralatan, hingga mengakses berbagai program pemerintah.
Meski masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya NIB, pemerintah memberikan kelonggaran dalam pendataan awal agar UMKM yang belum memiliki NIB tetap dapat dicatat sebagai calon penerima bantuan.
“Pengurusan NIB itu gratis, cukup menggunakan KTP dan bisa dibantu melalui dinas perizinan di daerah masing-masing,” katanya.(TH05)













