Jelang HDA ke-21, TNI-Polri Perkuat Pengamanan dan Antisipasi Karhutla

Tampak Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko memberi keterangan usai apel gelar pasukan, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang. Jumat 14 Agustus 2026 [Dok. Polda Aceh/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Jajaran TNI-Polri bersama pemerintah dan instansi terkait memperkuat kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengamankan peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21.

Kesiapan itu ditandai apel gelar pasukan di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (14/8/2026).

Apel dipimpin Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko dan diikuti unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, Satpol PP, serta instansi terkait.

Ruddi mengatakan pencegahan karhutla harus dilakukan sejak dini.

Berdasarkan data Januari-Juli 2026, luas hutan dan lahan terbakar di Aceh mencapai lebih dari 291,1 hektare, dengan titik terbanyak di Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Barat, dan Aceh Utara.

“Jangan sampai kita baru bertindak setelah api membesar. Pencegahan harus dimulai sebelum api muncul, deteksi harus dilakukan sebelum kebakaran meluas, dan penanganan harus dilaksanakan secepat mungkin ketika terjadi kebakaran,” tegasnya.

Ia meminta penguatan edukasi kepada masyarakat, optimalisasi peran Bhabinkamtibmas, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Perkuat sinergitas dan soliditas antarinstansi dalam satu gerakan dan satu tujuan, serta tegakkan hukum secara tegas, profesional, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan,” pesannya.

Selain karhutla, pengamanan HDA ke-21 menjadi perhatian karena peringatan perdamaian Aceh akan berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026.

Ruddi meminta seluruh personel menjaga keamanan dengan mengedepankan profesionalisme, humanisme, dan deteksi dini terhadap potensi gangguan.

“Bagi Polri, tugas kita menjaga agar rangkaian peringatan HDA berjalan aman dan tertib, dan juga menjaga roh perdamaian itu sendiri. Jangan sampai ada tindakan, ucapan, atau sikap kita yang justru mencederai nilai-nilai perdamaian yang selama ini telah kita jaga,” katanya.

Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko menekankan pentingnya kerja sama lintas instansi.

“Tidak ada tugas dan pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh ‘superman’, tetapi ‘super team’ karena kita saling bekerja sama,” kata Dwi.

Ia mengajak seluruh unsur menjaga kekompakan demi kepentingan masyarakat Aceh.

“Saya percaya, dengan kesungguhan, kedisiplinan, sinergitas, dan kerja keras kita semua, kita mampu mewujudkan Aceh bebas asap, zero karhutla, serta menjadikan HDA tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI,” pungkas Ruddi.(R10)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...