Kabel PLN Hanya 1,8 Meter dari Tanah, Warga Kampung Upah Khawatir

Terlihat dalam gambar kabel listrik yang menjuntai dipekarangan warga desa Upah, dikhawatirkan beresiko terhadap keselamatan warga. Minggu 9 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Warga Kampung Upah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, resah dengan kabel listrik milik PT PLN (Persero) yang menjuntai hanya sekitar 1,80 meter dari permukaan tanah.

Kabel tersebut berada di halaman rumah warga yang menjadi kawasan padat penduduk.

Kondisinya disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan tanpa penanganan.

Warga setempat, Siti Hajar, mengatakan lokasi kabel berada di halaman rumah orangtuanya yang setiap sore ramai digunakan anak-anak untuk bermain.

“Lokasi kabel berada di halaman rumah orang tua saya yang merupakan kawasan padat penduduk. Setiap sore ramai dijadikan tempat bermain anak-anak,” kata Siti, Minggu (09/08/2026).

Menurut Siti, posisi kabel bahkan lebih rendah daripada tiang bendera yang terpasang di halaman rumah.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika hujan turun.

Ia mengatakan, abang kandungnya telah melaporkan persoalan tersebut kepada Manager PLN ULP Kualasimpang. Namun, hingga kini belum terlihat penanganan serius.

“Kami sangat khawatir karena kabel ini sudah lama menggantung rendah. Anak-anak sering bermain di sekitar lokasi. Saat hujan, rasa was was semakin besar karena takut terjadi hal-hal tidak diinginkan,” ujarnya.

Siti berharap PLN segera memeriksa dan memperbaiki jaringan listrik tersebut sebelum menimbulkan insiden yang membahayakan warga.

“Kami selaku warga juga meminta pemerintah dan instansi terkait, ikut berkoordinasi agar penanganan dapat segera dilakukan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager PLN ULP Kualasimpang Fadli Agustian mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan survei di lokasi.

“Tim harus sudah ke lokasi dan saat ini pihaknya sedang mengusulkan ke pimpinan untuk pergantian tiangnya,” ujar Fadli singkat kepada wartawan.

Menurut Fadli, penggantian tiang menjadi salah satu langkah yang diusulkan untuk menangani kondisi kabel tersebut.(S04)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...