Terkait Dugaan Penganiayaan, YARA Desak Wakapolres Aceh Selatan‎ Dicopot

Ilustrasi. Sabtu 25 Juli 2026 [Dok. Generate By AI/rahasiaumum.com]

Jantho. RU – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Besar mendesak Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, mencopot Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Jafaruddin, yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan berat terhadap seorang warga di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Kepala Perwakilan YARA Aceh Besar, Muhammad Nur, mengatakan pencopotan diperlukan agar penyidikan berjalan independen, profesional, dan bebas dari intervensi.

Menurutnya, langkah itu juga penting untuk menjaga objektivitas penegakan hukum serta kepercayaan publik terhadap Polri.

Kasus tersebut mengakibatkan korban kehilangan salah satu tangan dan kini ditangani penyidik Polda Aceh.

Dugaan tindak pidana itu telah dilaporkan ke SPKT Polda Aceh dengan Nomor LP/B/168/2026/SPKT/Polda Aceh tertanggal 15 Juni 2026.

“Kapolda Aceh harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Jika terbukti terlibat, siapa pun wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena itu, kami mendesak agar Wakapolres Aceh Selatan segera dicopot dari jabatannya selama proses hukum berlangsung,” kata Muhammad Nur kepada rahasiaumum.com, Sabtu (25/07/2026).

YARA juga meminta penyidik mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat secara objektif dan transparan.

Selain itu, organisasi tersebut mendesak Kompolnas, LPSK, dan Komisi III DPR RI mengawasi penanganan perkara sesuai kewenangan masing-masing.

“Melakukan kekerasan atau menghukum seseorang tanpa melalui proses peradilan adalah bentuk pelanggaran hukum dan mencederai prinsip hak asasi manusia. Negara tidak boleh memberi ruang bagi praktik main hakim sendiri,” ujar Muhammad Nur.(BI09)

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...