Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh menyatakan bahwa progres pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk korban terdampak bencana hidrometeorologi saat ini telah mencapai 20.715 unit dari target total 20.797 unit.
“Pembangunan Huntara sudah 99 persen. Saat ini Pemerintah Aceh fokus pada pembangunan hunian tetap (Huntap), termasuk pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan terus berjalan dengan baik,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, dikutip Sabtu (25/07/2026).
Sedangkan realisasi hunian tetap (huntap) saat ini masih berada di angka 3,6 persen atau baru terbangun 397 unit dari total kebutuhan yang mencapai 37.107 unit.
Sedangkan sektor transportasi, sebanyak 46 ruas jalan dan 23 jembatan nasional kini telah berfungsi secara darurat, sementara 1.543 dari total 1.638 ruas jalan daerah juga sudah kembali difungsikan oleh masyarakat.
Terkait dukungan anggaran, Sekda Aceh menjelaskan bahwa realisasi keuangan dari Transfer ke Daerah (TKD) 2026 telah menyerap Rp146,73 miliar atau sekitar 17,8 persen dari total pagu Rp824,82 miliar.
Ia menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan untuk 766 paket kegiatan penanganan, dimana sebanyak 353 paket (46,1 persen) diantaranya telah resmi memasuki pengerjaan fisik di lapangan.
“Melalui desk bersama 10 Kementerian/Lembaga pada 22–23 Juli 2026, teridentifikasi kebutuhan 2.537 paket kegiatan bernilai sekitar Rp5 triliun. Saat ini, realisasi pendanaan yang berjalan mencapai Rp2,07 triliun (41,48 persen),” katanya.(TH05)













