Blangpidie. RU – Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar aksi bersih-bersih di kawasan pesisir Pantai Susoh, Jumat (24/07/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI.
Kegiatan bakti sosial tersebut melibatkan seluruh jajaran Pengurus Cabang dan Pengurus Ranting IBI se-Kabupaten Abdya.
Aksi dipimpin Ketua PC IBI Abdya, Bd. Elida Fitri, SST., M.K.M., bersama Sekretaris Hj. Rahmawati Razali, S.Tr.Keb.
Selain membersihkan kawasan Pantai Susoh, para bidan juga menyasar kompleks Pasar Susoh dan area Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Ujong Serangga sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Ketua PC IBI Abdya, Elida Fitri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bidan terhadap kesehatan masyarakat yang tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga dengan menjaga kebersihan lingkungan.
“Hari ini, melalui aksi bakti sosial dalam rangka memperingati HUT IBI, kami ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kepedulian seorang bidan tidak berhenti di balik bilik persalinan atau ruang pemeriksaan klinis saja,” ujarnya.
Menurut Elida, kualitas lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan perempuan, ibu hamil, dan anak-anak.
“Kesehatan perempuan, ibu hamil, dan anak-anak sangat ditentukan oleh kualitas lingkungan tempat mereka tinggal dan beraktivitas sehari-hari,” katanya.
Ia menegaskan, lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi yang membahayakan ibu hamil maupun bayi.
“Jika lingkungannya kotor, risiko munculnya penyakit infeksi akan meningkat. Kondisi itu tentu sangat berbahaya bagi keselamatan ibu hamil maupun bayi,” tegasnya.
Elida juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan gerakan global One Million More Midwives dan visi nasional Generasi Emas 2045.
Menurut dia, kebutuhan akan bidan tidak hanya diukur dari jumlah, tetapi juga kualitas kepemimpinan dalam mendampingi masyarakat.
“Dunia memang membutuhkan lebih dari sejuta bidan. Namun di Indonesia, khususnya di Abdya, yang terpenting bukan hanya jumlah bidan, tetapi juga kualitas kepemimpinan mereka di tengah masyarakat,” ujarnya.(T08)













