Redelong. RU – Setelah sempat kehabisan stok sejak akhir pekan, bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kembali tersedia di sejumlah SPBU di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa (21/07/2026).
Kondisi tersebut membuat warga kembali mengantre untuk mengisi bahan bakar.
Sebelumnya, sejak Minggu hingga Senin sore, masyarakat yang datang ke SPBU tidak dapat memperoleh Pertalite karena persediaan habis.
Akibatnya, banyak pengendara terpaksa pulang tanpa mengisi BBM.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Leo, mengaku bersyukur karena Pertalite kembali tersedia.
“Ini hari minyak Pertalite sudah ada di SPBU, sudah bisa ngisi. Dari kemarin katanya kosong, kenapa gitu sebenarnya,” kata Leo usai mengisi BBM, kepada rahasiaumum.com.
Ia juga menyoroti antrean panjang yang kerap terjadi di SPBU, sementara Pertalite masih tersedia di kios-kios eceran atau Pertamini dengan harga lebih tinggi.

“Di mana-mana SPBU selalu ngantri panjang isi minyak, sedangkan di galon-galon kecil minyak Pertalite ada dan itupun harganya mahal per liter Rp 14.000, Rp 15.000. Solar gitu juga di SPBU Rp 6.800 per liter, di galon kecil Rp 10.000ā12.000 per liter,” ungkapnya.
Leo menambahkan, tidak jarang pengendara yang telah lama mengantre justru tidak kebagian BBM karena stok habis saat giliran mereka tiba di dispenser pengisian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas mulai membuka dispenser pengisian Pertalite sekitar pukul 08.00 WIB.
Setelah layanan dibuka, masyarakat mengantre secara tertib untuk mengisi bahan bakar.
Sementara itu, Direktur SPBU Nomor 14.245.105 Mude Benara, Mirza Guntara, mengatakan distribusi pasokan BBM ke Kabupaten Bener Meriah sebenarnya tidak mengalami hambatan.
Menurut dia, pada Minggu lalu truk tangki tidak beroperasi karena hari libur sehingga pasokan tidak masuk ke SPBU.
Selain itu, kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya normal turut memengaruhi ketersediaan Pertalite.
“Minggu kemarin kosong minyak, terakhir Sabtu kemarin. Dan untuk hari ini stok BBM jenis Pertalite sudah ada. Antrean kendaraan juga berjalan dengan aman dan tertib,” tuturnya.
Terkait maraknya penjualan Pertalite secara eceran di galon-galon kecil, Mirza mengaku tidak mengetahui sumber pasokan BBM tersebut.
“Kemungkinan, dugaan minyak tersebut berasal dari luar wilayah yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten,” tutupnya.
Warga berharap Pertamina dapat menambah kuota BBM untuk wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah agar kebutuhan masyarakat terpenuhi serta mobilitas kendaraan tidak lagi terganggu.(BI09)













