Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Subulussalam memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK).
Langkah tersebut diwujudkan lewat audiensi Wali Kota Subulussalam H.M. Rasyid Bancin dengan Rektor USK Prof. Mirza Tabrani di ruang kerja Rektor USK, Banda Aceh, Kamis (16/07/2026).
Pertemuan itu membahas pengembangan SDM dan peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.
Audiensi turut dihadiri Sekretaris Universitas USK Prof. Nur Fadli, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Subulussalam, serta anggota DPRK Subulussalam Dewita Karya.
Rasyid mengatakan pembangunan SDM menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah karena kemajuan suatu wilayah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan masyarakat.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, kami menempatkan pembangunan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah daerah,” kata Rasyid.
Menurut dia, Pemerintah Kota Subulussalam telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas pendidikan, antara lain mendirikan dua sekolah tinggi baru, memberikan beasiswa bagi putra-putri daerah yang melanjutkan pendidikan di luar Subulussalam, serta menyelenggarakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Ia menilai berbagai program tersebut mulai memberikan dampak positif terhadap perkembangan pendidikan di daerahnya.
Meski demikian, perluasan akses masyarakat ke pendidikan tinggi masih menjadi tantangan yang harus diatasi.
Karena itu, Rasyid berharap USK dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM melalui kerja sama yang berkelanjutan.
“Kami datang ke USK untuk berdiskusi dan menjalin sinergi, khususnya terkait pengembangan SDM dan pendidikan tinggi. Kami berharap USK dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Subulussalam dalam membangun sektor pendidikan.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang lebih berkualitas.
Mirza menegaskan USK berkomitmen membantu putra-putri Aceh memperoleh akses pendidikan tinggi yang bermutu.
Namun, proses penerimaan mahasiswa baru tetap mengacu pada ketentuan pemerintah melalui tiga jalur seleksi resmi.
Ia juga mengungkapkan bahwa perluasan akses pendidikan tinggi bagi daerah pernah dibahas bersama Menteri Pendidikan.
Dalam pembahasan tersebut muncul gagasan menghadirkan skema yang dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi daerah yang masih membutuhkan dukungan peningkatan akses ke perguruan tinggi.
Meski wacana itu masih memerlukan pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah, USK, kata Mirza, tetap berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui berbagai bentuk kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.(MB07)













