Demo di DPRK Aceh Barat, GERAM Soroti BBM hingga Kebijakan APBN

Tampak sejumlah massa Aliansi GERAM Aceh Barat saat melakukan aksi di depan Gedung DPRK setempat. Senin 15 Juni 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Meulaboh. RU – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Menggugat (GERAM) Aceh Barat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Senin (15/06/2026) sore.

Aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah pusat yang dinilai merugikan masyarakat.

Dalam aksi itu, massa membentangkan poster berisi tuntutan serta sindiran terhadap kebijakan pemerintah pusat, terutama terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemborosan APBN, serta apa yang mereka sebut sebagai “Rezim CEO MBG”.

Koordinator aksi, Muhammad Nakrib, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk respons terhadap situasi nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip demokrasi, keadilan sosial, dan keberpihakan terhadap rakyat.

“Massa aksi menilai berbagai kebijakan pemerintah hari ini lebih banyak membebani masyarakat dibanding menghadirkan solusi nyata atas persoalan ekonomi dan kebebasan sipil,” ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, GERAM menyampaikan lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga BBM dan kebutuhan pokok, mencabut Undang-Undang Polri, menghentikan militerisme di ranah sipil serta intimidasi terhadap pers, serta mendesak Presiden Prabowo untuk mengakui dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.

Ia menegaskan aksi tersebut dilakukan secara damai, terbuka, dan konstitusional sebagai bagian dari hak demokratis warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap jalannya pemerintahan serta menjaga ruang demokrasi agar tidak dibungkam oleh kepentingan kekuasaan dan oligarki politik.

“Demokrasi tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar menghadirkan keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,” jelasnya.

“Keadaan ekonomi hari ini tak lain adalah efek dari kebobrokan pemerintah dalam mengelola keuangan negara, maka dari itu kami mendesak pemerintahan untuk mengevaluasi kinerja mereka dalam pengelolaan uang negara demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Ia menambahkan, jika aspirasi tersebut tidak diindahkan, pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar hingga seluruh tuntutan dipenuhi.(IA03)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...