190 Mahasiswa UNUSU Jalani KKN di Aceh Tamiang, Rektor: Adaptasi Kearifan Lokal

Rektor UNUSU, Ibnu Affan melepas 190 mahasiswa KKN di Kabupaten Aceh Tamiang. (insert) saling bertukar cenderamata dengan Sekda Aceh Tamiang, Syuibun Anwar. Senin 15 Juni 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Sebanyak 190 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) diterjunkan ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Selain mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, para mahasiswa juga diminta memahami kearifan lokal dan beradaptasi dengan kehidupan masyarakat Aceh.

Pelepasan mahasiswa KKN dilakukan Rektor UNUSU, Dr. Ibnu Affan, SH, M.Hum, dan diterima Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang diwakili Sekretaris Daerah, Drs Syuibun Anwar, di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Senin (15/06/2026).

Usai acara, para mahasiswa diberangkatkan ke desa-desa di Kecamatan Rantau dengan penjemputan masing-masing Datok Penghulu (Kepala Desa).

Ibnu Affan mengatakan, mahasiswa yang telah memasuki semester enam diwajibkan mengikuti KKN sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan kepada masyarakat.

“Disemester 6 ini, dalam KKN-nya di Kabupaten Aceh Tamiang, para mahasiswa UNUSU bisa mempraktekkan ilmu pengetahuan yang telah dia pelajari selama ini di kampus dengan program wajib yang harus dikerjakan dan dilaksanakan oleh para mahasiswa,” ungkap Ibnu Affan dalam sambutannya.

Menurut Affan, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kini berlanjut dengan konsep baru yang disebut kampus berdampak.

Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat.

Ia berpesan agar mahasiswa aktif belajar dari lingkungan sekitar selama menjalani KKN.

Mahasiswa diminta banyak berdialog dengan kepala desa, tokoh agama, dan pemuka masyarakat untuk memahami karakter serta budaya lokal Aceh yang memiliki kekhususan otonomi daerah.

“Laksanakan, dan ini sejalan dengan visi kita adalah menjadi perguruan tinggi yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek berlandaskan berjiwa wirausaha dan mampu bersaing di tingkat nasional pada tahun 2040,” sebut Affan.

Affan menambahkan, pihak kampus terus menanamkan lima prinsip dasar kepada mahasiswa sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat, yakni tawadhu, tawasuth atau moderat, tawazun atau seimbang, tasamuh atau toleran, i’tidal atau adil, serta amar ma’ruf nahi munkar.

“Inilah prinsip-prinsip dasar yang selalu kami berikan kepada mahasiswa agar dapat dipahami di dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ibnu Affan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang telah menerima mahasiswa UNUSU untuk melaksanakan KKN di daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Muda Sedia.(S011)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...