Meulaboh. RU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini menggelar operasi modifikasi cuaca dengan menyemai bibit hujan menggunakan Natrium Klorida (NaCl) untuk membantu upaya pemadaman Karhutla akibat suhu ekstrem yang terjadi di sebagian Aceh.
Dalam operasi terbaru (Sortie 1), pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan EX bermanifesto PK-JVH dikerahkan untuk melakukan Engine On pada pukul 14:44 LT (waktu lokal) dan lepas landas (Actual Time of Departure / ATD) pada pukul 14:52 LT.
Setelah mengudara selama kurang lebih dua jam, pesawat mendarat kembali (Actual Time of Arrival / ATA) pada pukul 16:44 LT dan Engine Off pada pukul 16:49 LT.
Misi ini diawaki oleh kru profesional, dengan rincian pilot/kru Capt Rangga dan First Officer (FO) Arrafi, dan Flight Scientist Gilang dan Tasya, serta tim penabur masing-masing Khalis dan Herman.
Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah mengatakan, operasi berfokus pada area pemblokiran (blocking area) awan potensial yang mencakup wilayah udara Kabupaten Aceh Barat hingga Kabupaten Nagan Raya.
Ia menambahkan, penaburan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1 ton ini diharapkan mampu mengendalikan atau mendistribusikan curah hujan secara lebih merata dan aman, sehingga meminimalisir kekeringan ekstrem di wilayah pantai barat Aceh tersebut.
“BPBD Aceh Barat hingga saat ini berkoordinasi erat dengan tim Flight Scientist BNPB dan BMKG untuk memantau efektivitas hasil dari operasi modifikasi cuaca ini ke depan,” ujar Teuku Ronal.(TH05)














