Israel Serang Kamp Pengungsian di Gaza Barat, 8 Warga Meninggal Dunia

Gaza Barat
Dampak serangan Israel ke lokasi pengungsi di sebelah barat Kota Gaza. [Foto: nytimes/Rahasiaumum.com]

Gaza. RU – Sedikitnya delapan warga Palestina syahid dan 15 lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam tenda-tenda pengungsian di lingkungan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza, Sabtu malam, 6 Juni 2026.

Jurnalis Gaza, Muhammad Rabah, melaporkan serangan tersebut menyasar lokasi penampungan warga terlantar di kawasan Al-Jawazat. Sebagian besar korban merupakan anak-anak yang mengungsi akibat agresi militer Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

Sumber-sumber lokal menyebutkan ledakan menghancurkan sejumlah tenda dan menyebabkan kerusakan besar di area pengungsian. Tim ambulans dan pertahanan sipil berupaya mengevakuasi korban serta melakukan pencarian di lokasi serangan.

Korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Al-Shifa untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga Sabtu malam, petugas penyelamat masih melanjutkan operasi evakuasi dan pencarian korban lainnya.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah terus berlanjutnya operasi militer Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza. Aksi tersebut juga menambah daftar panjang pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sempat diumumkan sebelumnya.

Meski terdapat upaya internasional untuk menghentikan pertempuran dan membuka akses bantuan kemanusiaan, militer Israel tetap melancarkan serangan udara maupun operasi darat di berbagai kawasan Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan jumlah korban tewas akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 72.961 orang, sementara 173.092 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Lembaga-lembaga kemanusiaan internasional berulang kali memperingatkan bahwa serangan terhadap kamp-kamp pengungsian dan kawasan sipil memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lebih dari dua setengah tahun di wilayah tersebut. Ribuan keluarga Palestina masih hidup di tenda-tenda darurat setelah rumah mereka hancur akibat pemboman Israel.

Sementara, serangan Israel kembali terjadi di Jalan Salah al-Din di lingkungan Zeitoun di sisi timur Kota Gaza. Seorang ayah dan putranya menjadi sasaran rudal drone saat mereka berjalan di luar lokasi pengungsian. 

Keduanya dipindahkan ke Rumah Sakit al-Shifa, namun sesampainya di sana, mereka dinyatakan meninggal. Beberapa lainnya terluka. 

Daerah ini berbatasan dengan “Garis Kuning”, tempat militer Israel beroperasi secara agresif, berusaha membersihkan tidak hanya infrastruktur fisik tetapi juga orang-orang yang tidak punya tempat tinggal lain. 

Gaza perlahan-lahan juga menyusut, seiring Israel memperluas “Garis Kuning” itu. Serangan terbaru ini terjadi hanya beberapa jam setelah serangan terhadap lokasi pengungsian di jantung Kota Gaza, dekat kompleks sekolah PBB, di mana sebuah tenda menjadi sasaran drone, di samping tenda tempat diadakannya pesta pernikahan pada saat itu.(TH05/Republika)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...