Kutacane. RU – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) RI, Wihaji, meminta kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Keluarga Berencana (KB) memperkuat pendampingan kepada keluarga guna mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Pesan tersebut disampaikan Wihaji saat menghadiri Temu Kader TPK dan Penguatan Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Lapangan Pemuda Aceh Tenggara, Rabu (03/06/2026).
Kegiatan itu diikuti sekitar 1.000 kader KB dan TPK dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara.
Menurut Wihaji, keberhasilan program percepatan penurunan stunting sangat ditentukan oleh peran kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Karena itu, para kader diminta terus aktif memberikan pendampingan serta edukasi kepada keluarga sasaran.
“Kader adalah ujung tombak di lapangan. Kehadiran kader sangat penting untuk memastikan keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita,” kata Wihaji.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam menjalankan program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah, kader, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan prevalensi stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kegiatan tersebut, Wihaji berharap kader TPK dan KB semakin aktif mendampingi keluarga serta memperluas edukasi kepada masyarakat guna mendukung pencapaian target percepatan penurunan stunting di Aceh Tenggara.(AFW016)













