Tagore: Calon Reje Pelaku Politik Uang Terancam Diskualifikasi

Ilustrasi. Rabu 3 Juni 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Bener Meriah, RU – Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengingatkan para calon reje agar tidak melakukan politik uang dalam Pemilihan Reje (Kepala Desa) serentak 2026.

Praktik tersebut tidak hanya mencederai demokrasi, tetapi juga dapat berujung pada proses hukum hingga pembatalan pencalonan.

Menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperketat pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilihan guna mencegah terjadinya pelanggaran, khususnya upaya memengaruhi pemilih melalui pemberian uang atau barang.

Menurut Tagore, setiap laporan dugaan politik uang harus ditindaklanjuti secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika ditemukan bukti yang kuat, pelaku wajib diproses melalui mekanisme hukum tanpa memandang status maupun kepentingan tertentu.

“Calon Reje yang terbukti melakukan politik uang harus diproses sesuai aturan dan dapat dibatalkan pencalonannya,” tegas Tagore, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (03/06/2026).

Ia menilai politik uang merupakan ancaman serius bagi kualitas demokrasi kampung karena menghilangkan kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan berdasarkan hati nurani.

Praktik tersebut juga berpotensi melahirkan pemimpin yang lebih mengandalkan modal politik daripada kapasitas kepemimpinan.

Tagore menegaskan, pemilihan kepala kampung seharusnya menjadi ajang adu gagasan, integritas, dan kemampuan, bukan kompetisi yang ditentukan oleh kekuatan materi.

“Pemilihan yang bersih akan melahirkan Reje yang berkualitas dan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat serta pembangunan desa,” ujarnya.

Selain ancaman sanksi terhadap pelaku, pemerintah daerah meminta panitia dan unsur pengawas meningkatkan pengawasan selama seluruh tahapan Pilrech berlangsung.

Masyarakat juga didorong berperan aktif melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan.

Tagore turut mengajak kalangan wartawan mengawal jalannya Pilrech melalui pemberitaan yang akurat dan objektif.

Menurut dia, keterlibatan media penting untuk memperkuat transparansi sekaligus mencegah praktik-praktik yang dapat merusak integritas pemilihan.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...