Bener Meriah. RU – Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengajak seluruh elemen masyarakat menyukseskan Pemilihan Reje (Kepala Desa) serentak 2026 yang akan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026 mendatang.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, menolak politik uang, dan menghormati hasil pemilihan demi keberlanjutan pembangunan kampung.
Pemilihan Reje tahun ini akan dilaksanakan di 135 kampung dari total 232 kampung yang tersebar pada 10 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah.
Momentum demokrasi tingkat kampung tersebut diharapkan menjadi sarana bagi warga untuk menentukan pemimpin yang mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam keterangan yang diterima rahasiaumum.com, Rabu (03/06/2026), Tagore mengimbau masyarakat menggunakan hak pilih secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Ia juga meminta warga menolak praktik politik uang, tidak melakukan intimidasi, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat memengaruhi pilihan pemilih secara tidak sah.
Selain itu, Tagore mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri agar tetap menjaga netralitas selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Ia menegaskan setiap pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bupati juga mengajak para calon reje, tim pendukung, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan kalangan pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta ketenteraman selama proses pemilihan.
Nilai musyawarah, persaudaraan, dan budaya Gayo, menurut dia, harus menjadi landasan dalam menyikapi setiap dinamika yang muncul.
Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah warga.
Di samping itu, seluruh pihak diharapkan dapat menerima hasil pemilihan secara terbuka serta memberikan dukungan kepada reje terpilih demi kelangsungan pemerintahan kampung.
“Pemilihan Reje merupakan pesta demokrasi masyarakat Kampung yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bener Meriah, khususnya di 135 Kampung yang akan melaksanakan pemilihan, untuk menggunakan hak pilih dengan baik, menolak politik uang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat,” jelas Tagore.
Ia menambahkan, siapa pun yang terpilih harus dihormati dan didukung bersama demi kemajuan kampung serta Kabupaten Bener Meriah.
Menurut Tagore, keberhasilan pemilihan reje serentak tidak hanya diukur dari kelancaran pemungutan suara, tetapi juga dari terjaganya keamanan, persatuan, dan harmoni sosial sebelum maupun setelah proses demokrasi berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), panitia pemilihan, aparat keamanan, dan seluruh unsur masyarakat berkomitmen mendukung pelaksanaan Pemilihan Reje Serentak 2026 yang aman, tertib, damai, demokratis, dan bermartabat.(*)













