BMKG Deteksi 174 Titik Api di Aceh

Ilustrasi titik api
BMKG menemukan masih ada 4 titik panas (hotspot) di sebagian wilayah Aceh. [Foto: BMKG/Rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mendeteksi 174 titik api  (hotspot) di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan pemantauan sensor MODIS (Terra, Aqua, dan Suomi NPP) serta NOAA20/VIIRS.

Prakirawan BMKG SIM, Nasyithah Az-zahra Lubis, mengatakan titik api yang menunjukkan terjadinya karhutla tersebut tersebar di 14 kabupaten/kota dengan mayoritas berstatus tingkat kepercayaan sedang. 

Kabupaten Nagan Raya menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 86 titik.

“Selanjutnya Kabupaten Aceh Selatan tercatat memiliki 27 titik panas yang tersebar di Kecamatan Trumon, Bakongan, Kluet Timur, Kota Bahagia, dan Trumon Timur,”  kata Nasyithah, Senin (01/06/2026).

Di Kabupaten Aceh Barat juga terdapat 24 titik api yang tersebar di Kecamatan Bubon sebanyak 19 titik, Woyla Barat empat titik,  dan Kaway XVI satu titik.

BMKG juga mendeteksi masing-masing delapan titik api di Kabupaten Aceh Jaya dan Gayo Lues.

Di Aceh Jaya, titik panas ditemukan di Kecamatan Pasie Raya dan Panga, sedangkan di Gayo Lues tersebar di Kecamatan Teripe Jaya, Blangjerango, dan Dabun Gelang.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Barat Daya mencatat tujuh titik api yang tersebar di Kecamatan Babahrot dan Blangpidie.

Di Kabupaten Aceh Timur serta Bireuen masing-masing terdeteksi memiliki empat titik api.

Selain itu, dua titik api ditemukan di Kota Subulussalam, tepatnya di Kecamatan Longkib dan Rundeng. Sedangkan masing-masing satu titik api terdeteksi di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah; Sawang, Kabupaten Aceh Utara; Muara Satu, Kota Lhokseumawe; dan Alafan, Kabupaten Simeulue.

Nasyithah menambahkan, suhu udara di Aceh saat ini mencapai 31,5 derajat Celsius dengan arah angin bertiup dari barat dan kecepatan berkisar antara 5 hingga 15 knot.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah.

“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan, sampah, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Selain itu, masyarakat juga perlu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari karena cuaca cukup terik,” ujarnya.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...