Banda Aceh. RU – Para konten kreator, influencer, komunitas media sosial, dai, dan daiyah mengikuti pelatihan dakwah digital yang digelar Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh di Hotel Al Hanifi, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan bertema Digitalisasi Syiar Islam untuk Mewujudkan Banda Aceh Islamic Smart City itu dimoderatori Ketua DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Wirzaini Usman.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam pemaparan materinya mengajak peserta memanfaatkan ruang digital untuk memperkuat syiar Islam.
Ia menyebut perkembangan teknologi telah mengubah pola dakwah, sehingga media sosial perlu diisi konten positif dan edukatif.
“Hari ini syiar Islam telah berpindah ruang. Generasi muda tumbuh dan membangun cara berpikirnya di ruang digital,” kata Illiza.
Ia menambahkan, tingginya jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia menjadi peluang besar bagi dakwah kreatif.
Illiza menegaskan Banda Aceh tetap harus menjaga identitas sebagai kota syariat di tengah modernisasi.
“Banda Aceh sedang bergerak menuju digital Islami. Teknologi adalah alat, sedangkan syariat menjadi arah pembangunan,” ujarnya.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat konsep Islamic Smart City serta mengajak generasi muda aktif membuat konten dakwah yang kreatif dan santun.
“Islamic Smart City di Banda Aceh tidak bisa dibangun sendiri. Idealnya haruslah melalui kolaborasi bersama pemerintah, ulama, akademisi, komunitas, media dan dunia usaha. Semoga harapan dan cita-cita mulia ini dimudahkan,” pungkasnya.(R015)














