MDS Ditangkap Terkait Kasus Kematian Sahila Khairunnisa, Motif Masih Didalami

Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Tenggara menangkap pria berinisial MDS (37) yang diduga terlibat dalam kasus kematian Sahila Khairunnisa. Sabtu 16 Mei 2026. [Dok. Polres Aceh Tenggara/rahasiaumum.com]

Kutacane. RU – Kasus hilangnya seorang anak di Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, yang sempat menyita perhatian masyarakat akhirnya mulai terungkap.

Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Tenggara menangkap seorang pria berinisial MDS (37) yang diduga terlibat dalam tindak kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Sahila Khairunnisa, warga Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang selama sekitar 10 hari.

Kapolres Aceh Tenggara melalui Kasat Reskrim, Zery Irfan, mengatakan pengungkapan perkara tersebut dilakukan setelah polisi menjalankan serangkaian penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi hingga pengumpulan barang bukti.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu, 29 Mei 2026, sekitar pukul 14.30 WIB di area kebun kakao milik warga di Desa Pintu Khimbe.

“Ini merupakan kasus yang sangat memprihatinkan. Kami memastikan proses hukum berjalan maksimal dan profesional,” kata Zery, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Sabtu (16/05/2026).

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepasang sandal putih, topi hitam bertuliskan “Jeep”, serta celana jeans pendek berwarna biru.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolres Aceh Tenggara guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Meski demikian, polisi menyebut motif dugaan kekerasan terhadap korban masih dalam pendalaman.

“Motif pelaku masih terus kami dalami agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap secara jelas,” ujar Zery.

Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat di Aceh Tenggara. Kepolisian juga memastikan proses penyelidikan dilakukan secara transparan.(AFW016)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...