34 Kampong Ikuti Pilkades Serentak pada 1 September Mendatang

Kepala DPMK Kota Subulussalam, Hamdansyah, S.E., M.M. Selasa 18 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/MB07]

Subulussalam. RU – Pemilihan kepala kampong serentak di Kota Subulussalam, Aceh, dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2026.

Sebanyak 34 kampong dari lima kecamatan akan mengikuti pemilihan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK) Kota Subulussalam Hamdansyah mengatakan, Pilkades Serentak 2026 gelombang kedua melibatkan 34 kampong dari total 82 kampong yang ada di wilayah tersebut.

“Pada Pilkades serentak gelombang kedua ini diikuti 34 desa,” kata Hamdansyah kepada rahasiaumum.com, Selasa (18/08/2026).

Ke-34 kampong tersebut terdiri dari 12 kampong di Kecamatan Rundeng, empat kampong di Penanggalan, tiga kampong di Longkib, sembilan kampong di Sultan Daulat, dan enam kampong di Simpang Kiri.

Jumlah peserta pada gelombang kedua ini lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan serentak 2022 yang diikuti 49 kampong.

DPMK Kota Subulussalam kini mematangkan berbagai persiapan menjelang pemungutan suara, termasuk mendorong percepatan penetapan nomor urut calon kepala kampong di Desa Bawan, Kecamatan Sultan Daulat.

Proses tersebut sempat tertunda karena sejumlah kendala.

“Kita terus monitor kabarnya kalau tidak hari ini, mungkin besok dilakukan pencabutan nomor urut calon kepada desa Bawan,” ujar Hamdansyah.

Sementara itu, 33 kampong lainnya telah memasuki masa kampanye yang berlangsung hingga 25 Agustus 2026.

Hamdansyah berharap persoalan administrasi di Desa Bawan segera diselesaikan sehingga para calon memiliki waktu yang cukup untuk berkampanye dan berdialog dengan masyarakat.

Untuk jangka panjang, DPMK Kota Subulussalam berencana menggelar Pilkades secara serentak di seluruh kampong.

Dengan demikian, pelaksanaan pemilihan tidak lagi dibagi menjadi dua gelombang.

“Kita upayakan ke depan Pilkades serentak, tidak ada lagi gelombang pertama dan kedua,” pungkas Hamdansyah.(MB07)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...