Sengketa Batas Tiga Gampong Dibawa ke Rapat Muspika Peukan Bada

Tampak unsur Forkopimcam Pekan Bada saat Rapat Penyelesaian Tapal Batas Gampong Lam Geu Eue, Lam Rukam, dan Rima Jeuneue, di Aula UDKP Kecamatan setempat. Rabu 13 Mei 2026. [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Jantho. RU – Persoalan tapal batas antara Gampong Lam Geu Eue, Lam Rukam, dan Rima Jeuneue di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, kembali dibahas melalui musyawarah bersama unsur terkait untuk mencari penyelesaian yang disepakati semua pihak.

Rapat dipimpin Camat Peukan Bada Salamuddin, di Aula UDKP Kecamatan Peukan Bada, Rabu, 13 Mei 2026, dengan melibatkan Forkopimcam, Imum Mukim, Majelis Adat Aceh (MAA), aparatur gampong, serta tokoh masyarakat.

Salamuddin menekankan pentingnya penyelesaian dilakukan secara musyawarah dengan mengedepankan kekeluargaan agar tidak menimbulkan gesekan di masyarakat.

“Kita berharap persoalan tapal batas ini dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah bersama, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari dan tetap menjaga hubungan harmonis antar masyarakat gampong,” ujarnya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Kamis (14/05/2026).

Ia menegaskan pemerintah kecamatan siap memfasilitasi penyelesaian berdasarkan aturan dan data administrasi sesuai Permendagri Nomor 45 Tahun 2016.

Dalam forum tersebut, Koramil dan Wakapolsek Peukan Bada mengimbau aparatur gampong menyampaikan informasi yang menenangkan kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif.

Imum Mukim Gurah dan Ketua MAA Peukan Bada juga meminta percepatan langkah penyelesaian oleh Muspika dan pemerintah gampong.

Sementara itu, perwakilan ketiga gampong menyatakan komitmen untuk mendukung proses penyelesaian secara damai serta menerima hasil kesepakatan rapat.

Pertemuan berlangsung tertib dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan koordinasi guna penetapan batas wilayah secara final.(IA03)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...