Kutacane. RU – Ruas Jalan Nasional Kutacane-Medan di Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, kembali dapat dilalui kendaraan setelah sempat lumpuh akibat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026 malam.
Material berupa kayu gelondongan, batu, dan lumpur sebelumnya menutupi badan jalan di Desa Lawe Tua Persatuan dan Desa Lawe Tua Makmur sehingga arus lalu lintas terhenti total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara bersama tim gabungan dari TRC, TNI, Polri, dan aparat kecamatan melakukan penanganan darurat dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material yang menutup akses nasional tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, mengatakan proses pembersihan dilakukan menggunakan excavator, wheel loader, dan dump truck agar jalur transportasi segera kembali berfungsi.
“Saat ini akses Jalan Kutacane-Medan sudah dapat dilalui kendaraan dan kondisi air juga mulai surut,” kata Mohd Asbi dalam laporan BPBD Aceh Tenggara, Senin (11/05/2026).
Banjir bandang dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak sore hari.
Peningkatan debit sungai membawa material kayu dan bebatuan hingga meluap ke permukiman warga serta badan jalan.
BPBD mencatat sebanyak 47 kepala keluarga atau 158 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Meski lalu lintas telah kembali normal, petugas masih melakukan pembersihan sisa lumpur dan pendataan kerusakan di lokasi terdampak.(AFW016)














