Tanam Pohon di Tibang, Wali Kota Banda Aceh Tekankan Kolaborasi Hijau dan Masa Depan Berkelanjutan

Tanam Pohon
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal bersama peserta Raker Komwil I APEKSI 2026 melakukan penanaman pohon di Hutan Kota, Tibang, Banda Aceh, Selasa (21/04/2026). [Foto: T.Ayub/Rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memimpin kegiatan penanaman pohon di Hutan Kota Tibang, Selasa (21/04/2026) pagi, sebagai bagian dari rangkaian Rakerwil I APEKSI dan peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh, dengan menegaskan pentingnya kolaborasi antar kota dalam menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim.

Kegiatan yang diikuti para wali kota se-Sumatera, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta komunitas lingkungan ini tidak sekadar seremonial, melainkan langkah nyata memperkuat komitmen menuju kota yang hijau dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Illiza mengungkapkan bahwa capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Banda Aceh saat ini telah mencapai 14,34 persen, namun masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target nasional minimal 20 persen.

“Ini menunjukkan progres, tetapi kita tidak boleh berhenti. Dibutuhkan upaya berkelanjutan agar Banda Aceh benar-benar menjadi kota yang hijau dan nyaman,” ujarnya.

Adapun pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut terdiri dari berbagai jenis produktif dan peneduh seperti mangga, rambutan, dan tanaman lainnya yang memiliki manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Illiza, setiap pohon yang ditanam memiliki peran penting dalam menyerap karbon, memperbaiki kualitas udara, serta menciptakan lingkungan kota yang lebih sejuk dan sehat.

“Setiap pohon adalah simbol kehidupan, harapan, dan komitmen kita untuk masa depan Banda Aceh,” tegasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Kota Tangguh

Ia menegaskan, komitmen pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

Momentum Rakerwil I APEKSI dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antar kota, termasuk dalam berbagi inovasi pengelolaan lingkungan.

“Menanam pohon adalah langkah awal. Menjaga dan merawatnya hingga memberi manfaat adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Illiza.

Lebih jauh, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki nilai spiritual. Dalam perspektif Islam, menjaga alam merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi.

Penanaman pohon dinilai sebagai amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir, sekaligus memberikan benefit nyata bagi masyarakat berupa udara yang lebih bersih dan sehat, lingkungan kota yang lebih sejuk dan nyaman, potensi ekonomi dari tanaman produktif, dan ketahanan kota terhadap perubahan iklim.

Menutup sambutannya, Illiza mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan ini sebagai gerakan bersama dalam menjaga lingkungan.

“Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan masa depan. Mari kita jaga kota ini sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan penanaman pohon ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.(TA019)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...