Banda Aceh. RU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mencatat sebanyak 281.984 anak di Aceh dalam lima tahun terakhir (2021-2025) tidak menerima imunisasi lengkap, kondisi ini membuat anak-anak di Aceh rentan terkena penyakit campak.
“Sekitar 281 ribu anak di Aceh dalam lima tahun terakhir memang sama sekali tidak ada riwayat imunisasi dari bayi sampai dengan umur lima tahun,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, Iman Murahman, dikutip Minggu (19/04/2026).
Berdasarkan data Dinkes Aceh, adapun tiga daerah tertinggi anak tidak diimunisasi tersebut yakni di Kabupaten Pidie 34.182 anak, kemudian Aceh Utara 31.491, dan Bireuen sebanyak 30.302 anak.
Anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi tersebut sangat rentan terhadap penyakit seperti campak.
Bahkan, setiap tahunnya di Aceh terdapat sekitar lima ribu kasus, dan rata-rata mereka adalah anak-anak yang termasuk dalam 281 ribu tersebut.
“Bahkan, untuk tahun ini saja sudah 724 kasus sejak Januari sampai dengan Maret 2026, dan saya pikir tahun ini juga pasti angkanya ada berjumlah ribuan karena memang tadi anak-anak tadi kita belum dikejar untuk imunisasi,” ujar Iman.
Selain itu, secara nasional angka imunisasi lengkap anak di Aceh masih yang terendah atau berada di posisi 37 dari 38 provinsi se Indonesia.
“Secara nasional pada 2026 ini, Aceh hanya 1,9 persen, atau baru 2 persen anak-anak/bayi di Aceh yang sudah imunisasi lengkap. Sehingga Aceh menduduki peringkat ke 37, diatas Papua Pegunungan yang baru 0,1 persen,” ujarnya.
Iman menuturkan, rendahnya angka imunisasi di Aceh tersebut disebabkan ketidakmauan orang tua untuk mengimunisasi anaknya, dan rata-rata alasannya karena takut dengan efek samping.
Terhadap kondisi ini, Dinkes Aceh berupaya meningkatkan imunisasi anak Aceh, salah satunya dengan mendekati pemerintah daerah masing-masing agar dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat.(TH05)














