Pendaki Meninggal di Gunung Leuser, Butuh 5 Hari untuk Evakuasi Jenazah

Puncak Leuser
Ilustrasi - Pendaki menelusuri jalur menuju Puncak Leuser. (Foto: travelspromo.com)

Blangkejeren. RU – Seorang pendaki bernama Kris Biantoro alias Bento (49) asal Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), dilaporkan meninggal dunia diduga karena sakit saat melakukan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Berdasarkan informasi yang beredar, pendakian Gunung Leuser tersebut dilakukan oleh rombongan dari Binjai, Sumatera Utara berjumlah 16 orang.

Korban yang tercatat berdomisili di Jalan Saman Hudi, Tanah Merah, Pasar 4, Kecamatan Binjai Selatan, Sumut itu, dilaporkan sempat mengalami sakit saat berada di gunung.

Rekan-rekannya kemudian berupaya mengevakuasi dengan membawa korban turun menuju permukiman warga.

Namun, dalam perjalanan turun, korban dinyatakan meninggal dunia.

Para rombongan ini mulai melakukan pendakian Gunung Leuser pada 31 Maret 2026 lalu melalui Desa Penosan, Dusun Kedah, Kecamatan Blangjerango, Gayo Lues.

Pendakian Gunung Leuser tersebut dilaporkan akan berlangsung selama 10 hari yakni, sejak 31 Maret hingga 9 April 2026.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo melalui Kapospol Blangjerango Aiptu Zen Herman membenarkan seorang pendaki Gunung Leuser meninggal dunia dalam perjalanan.

“Sesuai surat izin masuk kawasan konservasi nomor: SI.20/BBTNGL/TEK.2/03/2026 yang dikeluarkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Balai Besar TNGL, para pendaki Gunung Leuser ini berjumlah 16 orang,” jelasnya pada Kamis (09/04/2026).

Proses evakuasi sudah dikoordinasikan dan dilakukan melalui jalur darat dengan berjalan kaki yang membutuhkan waktu hingga lima hari untuk membawa jenazah turun dari lokasi.

Kepala Seksi Wilayah III TNGL, Ali Sadikin, mengatakan evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kami  mengerahkan 15 personel untuk evakuasi. Lima  personel dari Polres, 6 personel dari Brimob, kemudian 2 personel dari TNI, dan masyarakat ada 2 orang,” kata Ali, Jum’at (10/04/2026).

Ali menjelaskan, strategi evakuasi dilakukan dengan mempertemukan tim dari bawah dengan tim yang lebih dulu berada di atas (tim pendaki), untuk mempercepat proses penurunan jenazah dari lokasi.

Menurutnya, medan berat dan jarak tempuh menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

Dalam kondisi normal, perjalanan dari lokasi menuju titik aman bisa memakan waktu hingga lima hari.

“Kami perkirakan, proses evakuasi akan memakan waktu lima hari. Paling cepat Senin sore, paling lama Selasa pagi kalau tidak ada halangan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Gunung Leuser merupakan salah satu gunung dengan puncak tertinggi di Sumatera, dan merupakan bagian utama dari Taman Nasional Gunung Leuser.

Pendakian di gunung ini adalah tantangan berat bagi pendaki berpengalaman sekalipun.

Dengan ketinggian hampir 3.500 mdpl, panjang rutenya mencapai 51 kilometer, dengan waktu tempuhnya sedikitnya 10 hari, menembus hutan yang menjadi habitat satwa liar.(TH05)

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...