Lantik Empat Kapus, Wabup Tekankan Pelayanan Publik

Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A Jalil saat melantik Kepala Puskesmas dan Pejabat Fungsional, di Aula Puskesmas Krueng Barona Jaya. Kamis 2 April 2026. [Foto Dok : MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A Jalil menegaskan aparatur sipil negara harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat usai melantik empat kepala puskesmas di Krueng Barona Jaya, Kamis (02/04/2026).

“Kalian bekerja bukan untuk melayani pimpinan, tapi melayani masyarakat. Karena tugas dan tanggung jawab itu merupakan hal yang harus diberikan kepada masyarakat sebaik mungkin,” ujarnya.

Empat kepala puskesmas yang dilantik yakni Kurniawati, Munizar, Sri Agustini, dan Cut Nurmalahayati.

Kegiatan juga dirangkai dengan pengukuhan pejabat fungsional serta penyerahan SK PPPK.

Syukri menegaskan tantangan utama aparatur adalah memberikan layanan maksimal sesuai tugas.

“Tantangan terbesar yang harus diemban adalah mampu memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat sesuai tupoksi masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan pelantikan merupakan bagian dari penyegaran organisasi serta mengumumkan penerapan absensi terintegrasi mulai 1 Mei.

“Yang menentukan kehadiran itu adalah kalian itu sendiri, bukan pimpinan,” pungkasnya.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...