Kebakaran Toko Laundry Lhong Raya, Satu Motor Hangus

Tampak Toko Laundry Sentral di Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, usai terbakar. Senin 30 Maret 2026. [Foto Dok : Polsek Banda Raya/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Toko Laundry Sentral di Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, terbakar pada Senin (30/3/2026) pagi.

Pemilik toko, Sugandi (52), mengalami kerugian puluhan juta akibat kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik menyambar minyak tanah dalam jeriken di dalam toko.

“Saat kejadian toko sedang beroperasi, tiba-tiba korsleting listrik menyambar minyak tanah yang tersimpan dalam jeriken,” jelas Kapolsek Banda Raya, AKP Maulidin.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Kota Banda Aceh dibantu warga secara bergotong-royong.

Satu unit sepeda motor Honda CBR 250 cc yang terkunci stang ikut terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kasi Humas Polresta Banda Aceh, Iptu Erfan Gustiar, mengimbau warga berhati-hati dalam penggunaan listrik dan menyimpan bahan mudah terbakar di tempat aman.

“Korsleting listrik bisa terjadi kapan saja, apalagi jika tidak ada perawatan rutin,” kata Erfan.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dan aparat dalam mencegah kebakaran serta menjaga keselamatan keluarga.(R015)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...