GeRAK Minta Pemerintah Transparan Soal Pemangkasan TPP dan JKA

Askhalani
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani.(Foto: Dok Pribadi)

Banda Aceh. RU – Gerakan Anti Korupsi Aceh (GeRAK) mempertanyakan kebijakan pemangkasan anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dalam APBA 2026.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, menyebutkan pemotongan TPP mencapai lebih dari Rp 100 miliar dari total pagu sekitar Rp 1,5 triliun. 

Anggaran Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) juga dipangkas hingga tersisa sekitar Rp 100 miliar dari sebelumnya Rp 253 miliar.

“Kami mempertanyakan proses pemotongan dan sisa uang itu dipakai untuk apa. Publik berhak tahu, apakah pemotongan TPP ini sudah sesuai dengan petunjuk dan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terhadap APBA 2026 atau tidak,” kata Askhalani dikutip Selasa (03/03/2026).

GeRAK mendesak Pemerintah Aceh, khususnya Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), membuka secara rinci proses pengambilan kebijakan tersebut, termasuk dasar hukum dan pertimbangan yang digunakan dalam memangkas TPP.

Menurut Askhalani, transparansi diperlukan agar publik mengetahui ke mana alokasi sisa anggaran dari pemotongan tersebut diarahkan. Ia mengingatkan agar dana tersebut benar-benar digunakan untuk kebutuhan prioritas, seperti pembiayaan JKA atau penanganan bencana.

“Kemudian sisa belanja apakah dipakai untuk kebutuhan JKA atau bencana, itu harus dijelaskan detail. Jangan sampai pemotongan ini justru dialihkan ke pos-pos yang tidak transparan atau tidak prioritas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kebijakan pemangkasan anggaran JKA yang dinilai bertolak belakang dengan rekomendasi Kemendagri. Dalam hasil evaluasi, anggaran JKA disebut seharusnya ditambah guna menjamin layanan kesehatan masyarakat selama satu tahun penuh.

“Ini menjadi pertanyaan besar. Di satu sisi Kemendagri meminta penambahan anggaran JKA, tapi di sisi lain justru terjadi pemotongan. Ada apa sebenarnya,” kata Askhalani.

GeRAK meminta Pemerintah Aceh memberikan penjelasan terbuka agar kebijakan anggaran tersebut tidak menimbulkan spekulasi dan tetap menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.(TH05)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...