Warga Keluhkan Sistem Antrean Penukaran Uang di Bank Indonesia

Kantor BI Banda Aceh
Gedung kantor Bank Indonesia Cabang Banda Aceh di Jalan Cut Meutia. (Foto: wikimapia.org)

Banda Aceh. RU – Sejumlah warga Banda Aceh mengeluhkan sistem antrean untuk penukaran uang melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI).

Sistem antrean yang diterapkan dianggap tidak stabil dan kuota yang cepat habis menjadi faktor utama para calon penukar kesal.

Seorang warga Kecamatan Ulee Kareng, Hafidz, menceritakan pengalamannya saat mencoba melakukan pemesanan penukaran uang untuk Periode ke-2.

Ia menyebutkan bahwa sistem antrean digital tersebut sangat menyita waktu namun tidak memberikan kepastian.

“Sistemnya buat kami tidak nyaman karena menit antreannya bisa naik-turun. Sudah antre lama-lama, ujung-ujungnya kuota penuh,” keluh Hafidz dikutip Minggu (01/03/2026).

Ia mengatakan memantau aplikasi ini sejak beberapa hari lalu, namun saat akses dibuka pada pagi hari tadi, antrean langsung membludak hingga memakan waktu berjam-jam.

Ironisnya, setelah berhasil menembus antrean pada sore hari, pilihan lokasi penukaran di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya sudah tidak tersedia.

Beberapa titik lokasi pilihan sepeti Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Pidie mengalami kekosongan.

Lokasi yang tersisa hanya mencakup wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur, yang jaraknya cukup jauh bagi warga di ibu kota provinsi.

Kekecewaan warga semakin memuncak mengingat program ini diinisiasi oleh lembaga sekelas Bank Indonesia.

Ia menilai sistem tersebut tidak layak dan siap melayani tingginya antusiasme masyarakat yang ingin melakukan war (perebutan) kuota penukaran uang.

“Harapannya ke depan sistem bisa diperbaiki dulu sebelum dibuka gelombang selanjutnya,” harapnya.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...