Pemerintah Pusat Ambilalih Pembangunan Huntara di Bireuen

Pengungsi Bireuen
Korban bencana banjir bandang di Peusangan Siblah Krueng, Bireuen menempati tenda pengungsian. (Foto: Tribunnews.com)

Bireuen. RU – Pemerintah Pusat melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera memutuskan mengambilalih pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Kabupaten Bireuen.

Keputusan itu disebut diambil seusai kunjungan Menteri Dalam Negeri, ke lokasi pengungsian di Bale Panah, Kecamatan Juli pada Minggu 22 Februari 2026 lalu.

Hasil pendataan tim menunjukkan mayoritas pengungsi meminta dibangun huntara. Banyak di antara mereka kehilangan rumah dan tidak lagi memiliki lahan.

Temuan itu berbeda dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan korban menolak huntara dan meminta langsung dibangun hunian tetap (huntap).

Kabupaten Bireuen bahkan menjadi satu-satunya daerah terdampak yang tidak mengusulkan pembangunan huntara ke pemerintah pusat.

Informasi dari pihak Satgas menyebutkan, seusai kunjungan ke lokasi pengungsian, Mendagri Tito langsung menggelar rapat terbatas di Banda Aceh bersama Wakil Gubernur dan jajaran Pemerintah Aceh, dan malamnya langsung bertolak ke Jakarta untuk menindaklanjuti keputusan pembangunan huntara di Bireuen.

“Dengan skema pengambilalihan oleh Satgas Pusat, proses pembangunan huntara di Bireuen tidak lagi harus melalui usulan Pemerintah Kabupaten,” ujarnya.

Kebijakan itu dinilai sebagai jalan tengah di tengah polemik antara pemerintah daerah dan kebutuhan riil pengungsi.

Sebelumnya, Bupati Bireuen, Mukhlis, tidak mengusulkan pembangunan huntara dengan alasan para korban menolaknya dan lebih menginginkan hunian tetap.

Namun hasil pendataan tim kementerian menunjukkan kebutuhan mendesak para korban adalah tempat tinggal sementara sebelum pembangunan hunian tetap direalisasikan.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...