19.236 warga Aceh Utara Masih Tempati Tenda Pengungsian

Pengungsi Aceh Utara
Warga Aceh Utara masih bertahan di pengungsian akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang daerah itu pada November 2025, [Rahasiaumum.com/*]

Lhoksukon. RU – Sebanyak 19.236 jiwa dari 5.269 kepala keluarga korban banjir besar Aceh Utara hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian.

Angka tersebut berkurang dari jumlah pengungsi sebelumnya mencapai 31.596 jiwa.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli mengatakan, Langkahan menjadi kecamatan dengan pengungsi terbanyak yang masih tinggal di tenda darurat, yakni mencapai 12.824 jiwa di 35 titik pengungsian.

“Di kecamatan ini, 42 (orang) dinyatakan meninggal dunia akibat banjir besar dan 1.216 luka-luka,” kata Muntasir pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Muntasir menambahkan untuk Kecamatan Sawang berada di posisi kedua terbanyak pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat, yaitu 2.155 dari 609 kepala keluarga, yang berlokasi di 13 titik lokasi pengungsian.

“Untuk Kecamatan Sawang, tujuh orang meninggal dunia, dua hilang dan 539 luka-luka,” ujarnya.

Di Kecamatan Tanah Jambo Aye, terdapat 936 pengungsi dari 312 kepala keluarga masih menetap di tenda darurat yang tersebar 27 titik pengungsian. 

Di kecamatan tersebut sebanyak 55 orang meninggal dunia dan satu dinyatakan hilang.

Selanjutnya, di Kecamatan Muara Batu terdapat 1.188 jiwa dari 290 kepala keluarga yang masih menetap di empat titik lokasi pengungsian.

Di kecamatan ini, sebanyak 30 orang meninggal dunia akibat banjir besar November 2025 lalu.

“Untuk Kecamatan Seunuddon, 663 jiwa dari 187 kepala keluarga masih mengungsi di tiga titik,” kata Muntasir.

Kemudian Kecamatan Lapang terdapat 781 jiwa dari 207 kepala keluarga yang masih mengungsi di tiga titik, di Kecamatan Dewantara sebanyak 386 jiwa dari 120 kepala keluarga juga masih bertahan di tiga titik tenda pengungsian.

Untuk Kecamatan Baktiya, terdapat 125 jiwa yang mengungsi di satu titik pengungsian.

Di Kecamatan Cot Girek terdapat 162 jiwa dari 45 kepala keluarga mengungsi di satu titik pengungsian. 

“Lalu Kecamatan Nibong terdapat 16 jiwa dari empat kepala keluarga mengungsi di empat titik pengungsian,” imbuhnya.(TH05)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...