Menaker Imbau Peserta Magang Ikuti Uji Kompetensi BNSP

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berbincang dengan peserta Maganghub saat Monev di Transmedia, Jakarta. Jumat 20 Februari 2026. [Foto Dok : Biro Humas Kemnaker/rahasiaumum.com]

Jakarta. RU – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengimbau perusahaan dan instansi pemerintah sebagai mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional (Maganghub) 2025 memfasilitasi peserta mengikuti uji kompetensi.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh sertifikat magang, tetapi juga sertifikat keahlian dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Saya berharap peserta magang nasional tidak hanya membawa pengalaman, tapi juga bukti kompetensi. Minimal ada dua sertifikat yang jadi bukti. Sertifikat magang dari mitra penyelenggara dan sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” kata Yassierli saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Transmedia, Jakarta, Jumat (20/02/2026).

Menurut dia, pengakuan formal atas kemampuan penting agar peserta lebih siap bersaing di pasar kerja.

Di Transmedia, tercatat sekitar 450 peserta magang nasional yang dinilai menunjukkan antusiasme tinggi.

“Sekitar 450 peserta magang ada di sini, dan antusiasmenya luar biasa. Mereka bukan sekadar hadir, mereka belajar hal-hal baru. Harapannya, itu berubah jadi kompetensi nyata,” ujarnya.

Untuk menjaga mutu program, Kemnaker melakukan monev komprehensif melalui koordinasi rutin dengan mentor dan kewajiban pengisian logbook berbasis sistem.

Pembayaran uang saku mengacu pada verifikasi catatan tersebut dan telah disesuaikan dengan kebijakan kenaikan upah minimum 2026.

“Uang saku peserta pemagangan nasional sudah mengacu pada kebijakan kenaikan UM 2026, sehingga Februari ini naik. Saya titip, manfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif,” pesannya.

Yassierli menilai pemantauan lintas sektor, termasuk media, penting untuk memetakan kebutuhan kompetensi di tengah transformasi teknologi yang mengubah cara kerja industri.

“Perubahan cara kerja dan teknologi itu nyata. Kita tidak boleh tertinggal dan harus terus mempersiapkan diri,” ujarnya.(*)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...