Masa Tanggap Darurat Bencana Pidie Jaya Kembali Diperpanjang

Pengungsi Antre Air
Korban banjir bandang di Pidie Jaya yang tinggal di pengungsian saat mengantre air bersih yang disalurkan Satgas Kodim 0102/Pidie, di lokasi pengungsian Pidie Jaya. Selasa 6 Januari 2026. [Foto Dok : Kodam IM/rahasiaumum.com]

Meureudu. RU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga dua pekan ke depan karena penanganan banjir bandang belum tuntas.

Perpanjangan  status tanggap darurat bencana ini merupakan yang kelima kalinya.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat berlangsung selama 14 hari terhitung 29 Januari hingga 12 Februari 2026.  

“Perpanjangan ini karena masih berlangsungnya proses penanganan darurat banjir bandang yang melanda akhir November 2025 dan pemulihan awal di wilayah terdampak banjir bandang,” katanya.

Bupati mengatakan keputusan perpanjangan masa tanggap darurat bencana ditetapkan dalam rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa malam, 27 Januari 2026.

 Menurut Bupati, rapat tersebut memutuskan perpanjangan status tanggap darurat karena beberapa kondisi penanganan yang belum selesai.

Seperti banyak fasilitas publik seperti kantor kepala desa, meunasah, sekolah, dan lainnya masih tertimbun lumpur.

Begitu juga dengan ruas jalan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi masih ada yang tertimbun lumpur dan bahkan sudah mengeras, sehingga sulit dibersihkan tanpa dukungan alat berat.

“Perpanjangan status tanggap darurat bencana ini sebagai langkah strategis dan memastikan penanganan darurat pascabencana berjalan optimal, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” kata Sibral Malasyi.

Bupati menyebutkan perpanjang status tanggap darurat bencana tersebut juga untuk memastikan penyediaan logistik, layanan kesehatan, air bersih, dan perlindungan kelompok rentan terpenuhi.

“Perpanjangan status tersebut juga diperlukan guna mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang,” katanya.(TH05)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...