Aceh Utara Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

banjir-AcUt
Banjir yang melanda Aceh Utara sejak Rabu (07/01/2026) meluas hingga ke 14 wilayah kecamatan. (Foto: cdn.medcom.id)

Lhoksukon. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali memperpanjang status tanggap darurat penanganan bencana banjir, karena proses pemulihan dinilai masih berjalan lamban dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Keputusan perpanjangan status tanggap darurat hingga 31 Januari 2026 tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang dikenal dengan Ayah Wa, pada Selasa, 27 Januari 2026.

Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, menjelaskan berdasarkan hasil observasi dan evaluasi penanganan bencana, progres pemulihan di sejumlah wilayah terdampak masih sangat minim.

Bahkan, hingga hampir dua bulan pascabanjir, kondisi di lapangan belum banyak berubah.

“Masih terlihat tumpukan kayu yang belum dibersihkan serta permukiman warga yang tertimbun lumpur,” kata Muntasir. 

Karena itu, pemerintah daerah menilai dibutuhkan atensi dan kerja sama semua pihak agar proses pemulihan dapat dipercepat.

Tujuannya, warga yang saat ini masih bertahan di tenda-tenda darurat dapat segera dipindahkan ke hunian sementara (huntara).

Kondisi terparah, terjadi di Kecamatan Sawang yang hingga kini masih dipenuhi kayu dan lumpur, sehingga warga belum mampu membersihkan rumah secara mandiri.

“Keadaannya hampir sama seperti hari pertama banjir. Pengungsi belum dapat kembali ke rumah dan sampai saat ini masih bertahan di tenda-tenda darurat,” ujarnya.

Data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatat, total korban terdampak banjir mencapai 433.064 jiwa atau 124.549 kepala keluarga (KK).

Dari jumlah tersebut, 33.261 jiwa atau 9.242 KK masih mengungsi, sementara korban luka-luka tercatat sebanyak 2.127 orang.

Adapun korban meninggal dunia yang telah menerima santunan dari Kementerian Sosial mencapai 270 jiwa.

Kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus meliputi 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, dan 513 penyandang disabilitas.

Kerusakan rumah akibat banjir juga cukup besar, dengan rincian 9.707 unit rusak berat, 26.298 unit rusak sedang, dan 62.890 unit rusak ringan.

Muntasir menambahkan, pada tahap awal pemerintah daerah telah menetapkan 4.000 unit hunian tetap (huntap) bagi calon penerima. Sementara pada gelombang kedua, direncanakan pembangunan 9.707 unit huntap.

“Data calon penerima saat ini sedang diverifikasi kembali oleh BPBD bersama BNPB agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...