Ratusan Tenaga Kesehatan di RSUD Datu Beru Mogok Kerja

RSUD_DatuBeru
Tenaga kesehatan RSUD Datu Beru melakukan mogok kerja sejak Sabtu (24/01/2026). (Foto: harie.id)

Takengon. RU – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) paruh waktu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, melakukan aksi mogok kerja sejak Sabtu, 24 Januari 2026 hingga Senin (26/01/2026), dipicu perbedaan pembagian jasa medis antara nakes dan manajemen rumah sakit.

Mereka memprotes pembagian jasa medis yang dipersoalkan mencapai perbandingan satu banding tiga.

Para nakes menilai pembagian tersebut tidak sebanding dengan beban kerja dan risiko tinggi dalam pelayanan kesehatan yang mereka jalani.

“Beban kerja dan risiko pelayanan yang ditanggung nakes lebih besar dibanding pihak manajemen. Namun, jasa medis yang diterima justru jauh lebih kecil,” kata seorang perawat RSUD Datu Beru.

Sementara itu, manajemen RSUD Datu Beru melalui Wakil Direktur Umum, Winarno, berdalih bahwa sistem pembayaran jasa medis (JM) yang dipersoalkan para nakes, Winarno telah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbub) Aceh Tengah yang diterbitkan 12 tahun lalu dan tidak lagi sesuai dengan kondisi ekonomi hari ini.

“Pembagian JM sudah diatur dalam Perbub 2014. Saat ini sedang dilakukan penyesuaian oleh tim remunerasi RSUD Datu Beru,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan aturan tersebut, gaji pokok nakes paruh waktu sebesar Rp 300 ribu, ditambah insentif jasa medis sekitar Rp 1,8 juta per bulan.

“Total yang diterima lebih dari 2 juta. Selain itu, mereka bekerja dengan sistem shift, bukan 24 jam penuh,” jelasnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...